
DPN kawal janji Prabowo buka lapangan kerja

Jogja (Antara Jogja) - Dewan Pengangguran Nasional akan mengawal janji calon presiden Prabowo Subianto untuk membuka dua juta hektare lahan baru pertanian dan membuka lapangan kerja untuk para pengangguran.
"Kami akan segera membentuk relawan di berbagai daerah yang akan merekrut, menyalurkan, dan mengawal janji Prabowo untuk membuka lahan baru dan lapangan kerja," kata Koordinator Dewan Pengangguran Nasional (DPN) Sunano di Yogyakarta, Minggu.
Usai mendeklarasikan berdirinya DPN, ia mengatakan, DPN ingin Prabowo komitmen dengan janjinya, membuka lahan baru untuk bidang pertanian sekaligus mengatasi krisis ekonomi di kawasan perbatasan karena jurang ekonomi antara warga di perbatasan bisa menjadi sumber kerawanan politik.
Menurut dia, DPN akan merekrut para relawan dari berbagai kalangan termasuk capres dari kedua pihak untuk mengisi peluang kerja di sektor sektor pembangunan yang selama ini kurang diminati anak muda.
"Oleh karena itu kami akan menuntut pemerintah baru untuk memberikan insentif bagi pengembangan usaha dan kegiatan yang menyerap tenaga kerja. Kami akan mengawal janji Prabowo untuk membentuk Bank Tani, mengembangkan koperasi, dan meningkatkan kesejahteraan kaum buruh," katanya.
Ia mengatakan DPN akan membuka "website" khusus untuk merekrut dan menggalang potensi pengangguran untuk bekerja bersama pemerintah menghidupkan sektor ekonomi yang selama ini mati suri seperti sektor pertanian dan perkebunan.
Pemerintah, kata dia, bertanggung jawab untuk memberikan ruang kepada para pemuda pengangguran agar memiliki kehormatan karena terlibat dalam kebangkitan bangsa.
"Oleh karena itu pemerintah harus menciptakan peluang tersebut dan membuat proteksi agar para pengangguran itu bisa memiliki harga diri sebagai bagian bangsa," kata Sunano.
Penasihat DPN yang juga Ketua Umum Forum Keluarga Besar (FKB) Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar (KAPPI) 66 Bambang Heryanto mengatakan tugas DPN adalah menggalang seluruh generasi untuk kebangkitan Indonesia.
"Sesuai dengan putaran sejarah, sudah saatnya bangsa kita bangkit, dan itu harus disambut proaktif oleh semua pihak," katanya.
Menurut dia, mobilisasi masyarakat untuk membangun sektor pembangunan harus dilakukan secara terstruktur dengan memberikan prioritas pada pembangunan sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
"Kami juga meminta Prabowo segera memberikan peran kepada koperasi dan membentuk Bank Tani dan bank khusus untuk koperasi. Koperasi harus diberi prioritas sebagai soko guru perekonomian nasional, tanpa perlindungan serius maka koperasi akan terlempar dari persaingan ekonomi," kata Bambang.
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa nomor urut 1 dan Joko Widodo-Jusuf Kalla nomor urut 2.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
