
"Hotspot" di Riau melonjak capai 417 titik

Pekanbaru (Antara Jogja) - Jumlah titik panas atau "hotspot" di Provinsi Riau terus bertambah setelah Satelit Terra dan Aqua mendeteksi terdapat 417 titik panas pada Senin, yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan makin meluas sepekan jelang Lebaran.
"Data titik panas terbarui 21 Juli 2014 pukul 05.00 WIB, menunjukan ada 417 titik panas di Riau. Sedangkan, total di Sumatera ada 570 titik," kata Kepala Divisi Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo kepada Antara di Pekanbaru.
Ia mengatakan, hasil pantauan satelit itu didapatkan dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Jumlah titik panas terdeteksi meningkat dalam dua hari terakhir dari 75 titik pada Sabtu (19/7), kemudian menjadi 154 pada Minggu (20/7) pada pemantauan di jam yang sama.
Ia mengatakan lokasi "hotspot" terdapat di 11 kabupaten/kota di Riau. Daerah paling banyak titik panas masih terdapat di Kabupaten Rokan Hilir, yakni mencapai 327 titik. Ironisnya, Rokan Hilir merupakan kampung halaman Gubernur Riau Annas Maamun yang kini menjabat.
Titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis ada 27 titik, Kepulauan Meranti ada satu titik, Kabupaten Pelalawan dan Kampar masing-masing ada sembilan titik, Kota Dumai enam titik, Rokan Hulu 21 titik, Siak enam titik, Indragiri Hilir empat titik, dan Indragiri Hulu ada dua titik.
Sedangkan, tingkat kepercayaan data di atas 70 persen yang menandakan adalah titik api mencapai 273 titik. Lokasi terbanyak juga di Rokan Hilir ada 223 titik. "Pemda Rokan Hilir telah diminta untuk agar meningkatkan pencegahan pembakaran hutan dan lahan," katanya.
Potensi kebakaran makin meningkat karena cuaca Riau diprakirakan pada umumnya cerah, dengan peluang hujan sangat minim. "Arah angin ke berpotensi membawa asap ke Malaysia," ujarnya.
Meski begitu, ia mengatakan jarak pandang di Pekanbaru relatif baik, yakni mencapai delapan kilometer karena arah angin berhembus ke Utara. Meski begitu, polusi asap mengakibatkan jarak pandang menurun seperti di Pelalawan mencapai lima kilometer dan Indragiri Hulu empat kilometer.
Pemprov Riau hingga kini masih menetapkan status siaga bencana asap. Sebabnya, potensi kebakaran masih tinggi karena kemarau dan dampak dari fenomena El Nino.
Satgas Darurat Asap Riau hingga kini terus melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan pasukan darat, tiga helikopter bom air, dan modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan buatan.
Berdasarkan data dari Satgas Darat, lanjutnya, luas lahan terbakar mencapai 499 hektare (ha), sedangkan yang sudah berhasil dipadamkan 429 ha.
Sebanyak 306 personel TNI dan Polri dikerhkan ntuk memadamkan api.
(F012)
Pewarta : Oleh FB Anggoro
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
