Logo Header Antaranews Jogja

Bappenas: pembaruan data penerima PSKS pada 2015

Kamis, 4 Desember 2014 19:53 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara)

Jogja (Antara Jogja) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan perbaikan data penerima bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera diperbarui pada 2015.

"Kalau saat ini yang sudah (terdata menerima kompensasi atau belum, red.) ya sudah, meskipun sambil terus disempurnakan lagi. Survei pembaharuan data baru akan dilakukan 2015," kata Direktur Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Bappenas Vivi Yulaswati di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis.

Dia mengakui pendataan calon penerima Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi yang sudah berjalan hingga saat ini masih belum sempurna.

Dia mengatakan ada warga sudah meninggal namun masih terdata dan ada pula yang masih tergolong miskin namun tidak terdata.

Pendataan itu, kata dia, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dicocokkan kembali ke tingkat desa.

Data juga disesuaikan dengan penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) pada 2013.

Meski demikian, menurut dia, data calon penerima PSKS senilai Rp200 ribu per kepala keluarga itu akan terus dievaluasi dan diperbaiki.

Ia menjelaskan perbaikan itu dilakukan mulai tingkat desa, yakni dengan memusyawarahkan kembali nama yang berhak menerima, hingga perangkingan di tingkat kabupaten. "Perbaikan juga akan ditempuh melalui penyesuaian data penerima beras miskin (raskin) di masing-masing desa," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mendorong masing-masing desa untuk mengembangkan sistem pengaduan dan rujukan terpadu yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk memperbaharui data rumah tangga sasaran secara reguler.

Menurut dia, bantuan tunai itu tidak dimaksudkan untuk mengganti pengeluaran rumah tangga secara keseluruhan, melainkan sekadar tambahan pendapatn agar tidak terjadi penurunan daya beli selama lonjakan inflasi. "Untuk mencegah dampak negatif jangka panjang seperti penjualan aset, berhenti sekolah, migrasi hingga kriminalitas," kata Vivi.

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026