
Kulon Progo hanya serap danais Rp18 miliar

Kulon Progo, 18/2 (Antara) - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya mampu menyerap dana keistimewaan Rp18 miliar dari total Rp28 miliar pada 2014.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Rabu, mengatakan banyaknya dana keistimewaan (danais) yang tidak terserap karena pembangunan taman budaya gagal lelang.
"Anggaran pembangunan taman budaya sendiri sebesar Rp14 miliar dari Rp28 miliar. Anggaran taman budaya hanya terserap Rp3,6 miliar untuk fondasi dan konstruksi," katanya.
Ia mengatakan anggaran pembangunan fisik Jembatan Duwet juga tidak terserap dengan maksimal. Disbudparpora hanya mampu merealisasikan Rp3 miliar untuk pembuatan desain dan detail rencana teknis.
Menurut dia, rendahnya penyerapan danais disebabkan petunjuk teknis penggunaan anggaran terlambat, sehingga saat lelang, waktunya sempit.
"Danais yang tidak terserap kembali ke pusat, dan rencana pembangunan fisik dilanjutkan pada tahun ini," katanya.
Selain itu, Joko mengatakan, danais untuk kegiatan budaya, seperti pertunjukan, gelar budaya, dan festival juga dilakukan efisiensi.
"Seluruh anggaran kegiatan budaya dilakukan efisiensi. Sisa anggaran tetap kembali ke negara," katanya.
Kepala Disbudparpora Kulon Progo Krissutanto mengatakan penggunaan danais tergantung petunjuk teknis pelaksanaan anggaran.
Kalau petunjuknya terlambat, katanya, maka kegiatan dilaksanakan pada akhir tahun dan pembangunan fisik tidak sesuai rencana.
"Kami berharap, petunjuk pelaksanaan anggaran bisa lebih awal sehingga, seluruh kegiatan tidak bertumpu akhir tahun dan pembangunan fisik selesai sesuai jadwal," katanya. ***1***
(U.KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
