Logo Header Antaranews Jogja

Bantul tingkatkan jaringan irigasi pertanian wilayah Dlingo

Rabu, 15 April 2015 13:56 WIB
Image Print
Jaringan irigasi (Foto antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun anggaran 2015 meningkatkan jaringan irigasi di wilayah Dlingo guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian kawasan itu.

Peningkatan jaringan irigasi tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan peningkatkan jaringan irigasi di Pedukuhan Maladan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, oleh Bupati Bantul Sri Surya Widati bersama pimpinan dinas terkait, Rabu

"Yang menjadi pertimbangan kegiatan peningkatan jaringan irigasi di Dlingo karena kondisi lahan yang cenderung kering, yang selama ini mengandalkan sistem irigasi dari air tadah hujan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Bantul, Yulianto disela kegiatan.

Menurut dia, di Kecamatan Dlingo yang wilayahya sebagian perbukitan memiliki sebanyak 12 daerah irigasi dengan luasan masing-masing kurang dari seribu meter, sehingga kewenangan operasional dan rehabilitasi ada di lembaganya.

"Kegiatan pembangunan peningkatan jaringan irigasi di Dlingo dilaksanakan di enam daerah irigasi dengan anggaran hampir Rp1,5 miliar. Dengan peletakan batu pertama ini sekaligus sebagai tanda dimulainya pekerjaan jaringan irigasi," katanya.

Pihaknya berharap dengan peningkatan jaringan irigasi di wilayah Dlingo ini nantinya bisa meningkatkan luas areal pertanian serta menaikkan produktivitas padi per hektarenya di wilayah setempat guna mendukung ketahanan pangan.

"Dengan sistem irigasi tadah hujan di Dlingo sebelumnya produktivitas padi sudah mencapai tujuh ton gabah kering panen per hektare itu sudah bagus, sehingga harapannya bisa lebih ditingkatkan," katanya.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi dan pengembanan Jaringan Irigasi Dinas SDA Bantul, Sigit Pulunggono mengatakan, kegiatan peningkatan jaringan irigasi tahun 2015 memang difokuskan di Dlingo untuk mendongkrak potensi pertanian setempat.

"Potensi pertanian di sini (Dlingo) cukup bagus, dengan kondisi yang seperti ini (tadah hujan) petani bisa dua kali panen padi, dengan harapan produktivitas meningkat dari tujuh ton per hektare, menjadi delapan sampai 8,5 ton per hektare," katanya.

KR-HRI



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026