Logo Header Antaranews Jogja

Layanan YES 118 makin banyak diakses masyarakat

Kamis, 16 Juli 2015 15:36 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Istimewa)

Jogja (Antara Jogja) - Layanan kegawatdaruratan yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta, Yogyakarta Emergency Services 118, makin banyak diakses oleh masyarakat sejak 2008 hingga saat ini.

"Sejak peluncuran pada tahun 2008 hingga pertengahan 2015, kasus yang ditangani Yogyakarta Emergency Services (YES) 118 meningkat," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Kuswinarto di Yogyakarta, Kamis.

Pada tahun 2009, misalnya, layanan penanganan kegawatdaruratan tersebut menangani 364 kasus, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 603 kasus.

Pada tahun 2011 meningkat menjadi 742 kasus. Namun, pada tahun 2012 mengalami penurunan hingga 640 kasus. Tahun berikutnya, 2013, naik kembali menjadi 805 kasus, kemudian pada tahun 2014 turun menjadi 622 kasus. Pada tahun ini, tercatat hingga awal Juli sudah ada 245 kasus yang ditangani YES 118.

Layanan tersebut tidak hanya menangani kasus kecelakaan lalu lintas saja, tetapi juga melayani kasus kegawatdaruratan medis lain seperti kritis karena tenggelam, ibu hamil yang akan melahirkan, serangan stroke, serangan jantung, epilepsi, dan berbagai penyakit lain.

"Jumlah kasus yang ditangani oleh YES 118 masih didominasi oleh kasus kecelakaan. Sebenarnya, kami juga bisa memberikan penanganan pada kasus kegawatdaruratan medis lain," katanya.

Layanan tersebut hanya bisa diakses apabila tempat kejadian berada di wilayah administrasi Kota Yogyakarta. "Warga luar kota pun bisa mengaksesnya asalkan lokasi kejadian di Kota Yogyakarta," katanya.

YES 118 bisa diakses dengan menghubungi nomor telepon (0274) 420118. Posko YES 118 kini berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta sejak 1 Januari.

Petugas akan menghubungi ambulans dari rumah sakit terdekat dari lokasi korban sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

YES 118 sudah bekerja sama dengan 10 rumah sakit di Kota Yogyakarta, di antaranya Bethesda, Panti Rapih, PKU Muhammadiyah, Bethesda Lempuyangwangi, Ludiro Husada Tama, Happy Land, RS Jogja, dan RS Dr. Sardjito sebagai rujukan.

Evakuasi korban hingga penanganan selama 24 jam pertama di rumah sakit ditanggung oleh APBD Kota Yogyakarta.

Kuswinarto menambahkan bahwa YES118 akan mengembangkan layanan dengan menambah mobil ambulans dan tim medis di posko serta ambulans khusus untuk penanganan kelahiran darurat. "Harapannya, pada tahun 2017 layanan itu sudah bisa dilakukan," katanya.

(E013)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026