Logo Header Antaranews Jogja

DPRD DIY mempercepat pembahasan Raperda Desa

Kamis, 10 September 2015 20:28 WIB
Image Print
DPRD (Foto Istimewa)

Jogja (Antara) - Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Desa yang ditargetkan selesai akhir 2015, sehingga penyerapan dana desa pada 2016 terserap optimal.

Raperda ini, kami rancang untuk menegaskan kewenangan pemerintah desa," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan ukuran kesejahtetaan secara sederhana adalah terciptanya "desa istimewa" yang bebas pengangguran, bebas kemiskinan, bebas gizi buruk, bebas ibu balita meninggal, bebas jalan rusak serta bebas korupsi.

"Dalam rangka mendukung pembangunan mencapai kesejahteraan ini, kami sedang menggodok Raperda Desa yang ditargetkan tergetkan selesai akhir 2015," katanya.

Ia berharap dukungan pemda dan masyarakat untuk wujudkan desa istimewa sebagaimana dimaksudkan.

"Pemda harus melakukan pendampingan agar kepala desa dan perangkatnya dapat secara mudah merencanakan dan mengalokasikan dana desa secara cepat dan mudah," katanya.

Ia mengatakan pencairan dana desa tingkat kabupaten/kota di DIY yakni Kabupaten Kulon Progo sebanyak 87 desa sudah mencairkan dana desa, disusul Sleman 86 desa, Bantul 75 desa. Sedangkan Kabupaten Gunung Kidul, dari 144 desa, baru 80 desa atau 60 persen yang mencairkan dana desa.

"Sehubungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang mengeluarkan surat keputusan bersama dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, guna percepatan penyerapan dana desa. Kami menyambut baik," kata Eko.

Menurut politisi muda PDI Perjuangan ini, dana desa harus segera dilaksanakan dengan tidak dihambat oleh kendala prosedur atau rumitnya peraturan.

Pada prinsipnya pengelolaan dana desa tetap mengedepankan aspek perencanaan yang baik, keterbukaan, transparansi dan kejujuran.

"Perangkat desa tidak boleh ditakut-takuti dgn rumitnya prosedur. Khusus DIY, kami berharap dana desa, APBD dan dana keistimewaan bisa sinergi, harmoni dan sinkron dalam satu tarikan nafas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026