
Bantul targetkan pemasok sapi Jakarta pada 2019

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan daerahnya bisa menjadi pemasok sapi potong rutin ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sekitarnya pada tahun 2019.
"Kalau beberapa program peningkatan populasi sapi di Bantul bisa dioptimalkan, hingga 2019 nanti kita bisa menjadi pemasok sapi ke DKI setiap bulannya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Rabu.
Menurut dia, terdapat dua program peningkatan populasi ternak sapi di Bantul, yakni `gertak birahi`, program yang akan dijalankan ini mendorong sapi betina segera bereproduksi setelah disuntikkan hormon tertentu oleh petugas dinas. "Kemudian juga ada program IB (inseminasi buatan) gratis, program ini sudah berjalan di tiga kecamatan sebagai `pilot project` nya, dan pada 2016 nanti kami usulkan program IB sapi gratis menjangkau semua kecamatan," kata dia.
Partogi mengatakan, saat ini populasi sapi di Bantul tercatat sekitar 53 ribu ekor, yang terdiri atas sekitar 12 ribu sapi jantan dan selebihnya sebanyak 41 ribu ekor merupakan sapi betina yang bisa menjadi sasaran program peningkatan populasi.
Namun demikian, kata dia, tidak semua sapi betina yang ada di semua kelompok peternak tersebut bisa dijangkau program-program tersebut seperti gertak birahi, karena faktor usia yang membuat sapi tersebut tidak produktif atau sulit untuk bunting.
"Katakanlah kalau sapi betina kita 41 ribu ekor bisa diambil sekitar 30 ribu ekor yang siap dibuntingkan, maka kalau program berhasil dan bisa bunting sembilan bulan, maka setiap tahun jumlahnya akan terus berkembang dan bertambah," katanya.
Dengan demikian, kata dia, jika selama empat tahun ke depan program tersebut berjalan optimal, maka populasi sapi di Bantul bisa bertambah dan mencapai sekitar seratus ribu ekor, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan sapi Jakarta.
"Dalam mengoptimalkan program peningkatan populasi sapi ini kami melibatkan sumber daya manusia (SDM) petugas yang ada di tiap pusat kesehatan hewan (puskeswan) beberapa kecamatan, mereka bekerja dibawah dinas," kata dia.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
