IFI Yogyakarta gelar Pesta Sains 2015

id pesta sain

IFI Yogyakarta gelar Pesta Sains 2015

Kali Code Kota Yogyakarta (Antara Foto/ dok)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Institut Francais Indonesia Yogyakarta kembali menggelar Pesta Sains yang pada tahun ini bertema perubahan iklim dengan berbagai agenda yang salah satunya berupa pameran di Taman Pintar Yogyakarta.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap agar semakin banyak masyarakat khususnya pelajar yang bisa mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya yang berhubungan dengan perubahan iklim dan bagaimana manusia harus bersikap," kata Direktur Institut Francais Indonesia (IFI) Yogyakarta Christine Moerman di sela pembukaan Pesta Sains 2015 di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, perubahan iklim sudah menjadi isu global karena dialami oleh semua negara yang ada di dunia sehingga berbagai permasalahan yang timbul akibat perubahan iklim menjadi tantangan dan permasalahan bersama yang harus segera diantisipasi dan dipecahkan.

Dalam pameran di Taman Pintar, IFI memberikan informasi mengenai dampak-dampak yang kini sudah dirasakan oleh manusia akibat perubahan iklim, seperti kenaikan suhu udara, kenaikan permukaan air laut serta peningkatakan kadar asam air laut.

Pengunjung dapat mengakses pameran di Taman Pintar tersebut hingga 4 Oktober sesuai jam kunjung tempat wisata itu.

"Setelah dari pameran ini, kami berharap masyarakat menyadari bagaimana konsekuensi yang akan mereka alami apabila tidak menjaga lingkungan. Keinginan untuk berubah dan mulai menjaga kondisi lingkungan sekitar harus berasal dari diri sendiri," katanya.

Kegiatan Pesta Sains 2015 juga akan digelar di sejumlah lokasi lain seperti kantor IFI Yogyakarta dan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tahun lalu, IFI menggelar kegiatan serupa dengan tema bencana alam.

Sementara itu, Ahli Geomorfologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Danang Sri Hadmoko mengatakan, perubahan iklim membawa banyak konsekuensi dalam kehidupan manusia.

"Di Indonesia, daerah pesisir menjadi wilayah yang sangat sensitif terhadap perubahan iklim

secara global ini," katanya.

Indonesia, lanjut dia, memegang peran yang cukup penting dalam perubahan iklim global karena banyak memiliki gunung api. "Letusan Gunung Tambora terbukti menyebabkan perubahan iklim dunia," katanya.

Ia pun berharap agar masyarakat bisa melakukan berbagai kegiatan dalam menjaga kondisi lingkungan sekitarnya. "Di Yogyakarta, salah satu komunitas yang bisa dijadikan contoh dalam mengelola dan menjaga lingkungan adalah masyarakat di Sungai Code," katanya.

Sedangkan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memberikan apresiasi terhadap Pesta Sains tersebut dan berharap agar masyarakat bisa memperoleh pengetahuan untuk menjaga lingkungannya masing-masing.

Sejumlah kebijakan yang telah digulirkan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjaga kondisi lingkungan di antaranya kewajiban menyediakan ruang terbuka hijau privat di tiap permukiman, serta memperbanyak ruang terbuka hijau publik.

"Pemerintah juga terus melakukan pengecekan kualitas udara dan air termasuk air sungai sebagai upaya antisipasi penurunan kualitas lingkungan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edy Muhammad. ***4***

(E013)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar