
Bantul pinjamkan puluhan pompa air bagi petani

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminjamkan puluhan pompa air kepada kelompok tani setempat guna membantu pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk lahan pertanian mereka.
"Kami sudah siapkan pompa sekitar 30 unit, dan rencananya akan dipinjamkan kepada para petani pada masa-masa kritis di musim kemarau ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Rabu.
Menurut dia, kebijakan yang hanya meminjamkan pompa air bagi petani tersebut karena terkendala dengan undang-undang (UU) tentang pemda yang mengatur hibah bantuan harus diberikan kepada kelompok atau penerima yang memiliki badan hukum.
Sebab, kata dia, diakui seluruh kelompok tani di Bantul yang berjumlah sekitar 700 kelompok, mayoritas belum berbadan hukum, sehingga tidak dapat menerima hibah alat pertanian terhitung sejak aturan diundangkan pada akhir 2014.
"Aturan yang mengamanahkan hibah harus diberikan ke kelompok yang berbadan hukum jadi hambatan sendiri, makanya dipinjamkan saja, dan kami upayakan paling lambat sebelum masuk musim hujan sudah ada di kelompok tani," katanya.
Partogi mengatakan musim kemarau panjang 2015 yang terjadi sejak Juli sampai September ini membuat sumber-sumber air maupun ketersediaan air irigasi berkurang drastis, sehingga jika tidak diantisipasi dapat menyebabkan kekeringan.
"Kalau di daerah lain memang sudah ada yang mulai mendatangkan hujan buatan, namun untuk di DIY sepertinya belum memungkinkan untuk hujan buatan," kata dia.
Ia mengatakan di Bantul terdapat lahan pertanian seluas sekitar 15 ribu hektare yang terdiri atas sekitar dua ribu hektare sawah tadah hujan, sedangkan sisanya merupakan sawah dengan irigasi teknis maupun non-teknis.
"Lahan pertanian yang bisa diairi sepanjang tahun memang tidak ada masalah, namun bagi lahan yang tidak bisa dialiri sepanjang tahun, ini yang bermasalah. Dan ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi kekeringan," kata Partogi.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
