Logo Header Antaranews Jogja

Panwaslu Bantul himpun data relawan pengawas pilkada

Jumat, 16 Oktober 2015 14:14 WIB
Image Print
ilustrasi (antaranews)

Bantul (Antara Jogja) - Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menghimpun data jumlah relawan pengawas pemilihan kepala daerah 2015 yang sudah mendaftar melalui panitia pengawas kecamatan wilayah setempat.

"Kami masih melakukan rekap data relawan pengawas yang mendaftar, dan untuk sementara sampai awal pekan ini sudah sekitar 300 yang terdata," kata Anggota Panwaslu Bantul, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Nuril Hanafi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, pihaknya mengakui belum seluruh kecamatan di Bantul yang berjumlah 17 kecamatan melaporkan data relawan pengawas Pilkada Bantul yang mendaftar, karena terkendala dengan kesibukan SDM masing-masing panwascam.

Ia mengatakan, perekrutan relawan pengawas Pilkada Bantul sendiri sudah dimulai sejak awal tahapan kampanye dimulai sebulan lalu, dan terus dibuka perekrutannya hingga menjelang pelaksanaan Pilkada sambil merekap data relawan.

"Kami juga terus sosialisasikan perekrutan relawan pengawas, terakhir kemarin di Kecamatan Jetis, kemudian akan menuju ke Kecamatan Piyungan. Kalau target relawan pengawas, syukur bisa sebanyak-banyaknya," katanya.

Nuril mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) relawan pengawas, guna memberikan pembekalan dan pemahaman mengenai ketugasan dan jenis-jenis praktik penyimpangan yang perlu diwaspadai.

"Kami harapkan relawan pengawas Pilkada bisa aktif melakukan pengawasan dalam setiap tahapan dan melaporkan ke pengawas tingkat desa dan panwascam atau ke panwaskab jika menemukan indikasi pelanggaran Pilkada," katanya.

Ia juga mengatakan, relawan pengawas Pilkada sudah bisa menjalankan tugasnya usai menyerahkan form pendaftaran ke petugas panwas, dan sejauh ini relawan yang mendaftar berasal dari organisasi masyarakat, masyarakat dan mahasiswa.

"Dalam bekerja melakukan pengawasan, mereka tidak mendapatkan honor, sehingga tidak membebani anggaran daerah. Namun sebagai bentuk penghargaan akan kami berikan sertifikat yang bisa menjadi bekal ke depan," katanya.

KR-HRI



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026