
Murid SD Gunung Kidul telah cairkan BSM

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Sebanyak 33 ribu siswa dari 37.500 murid Sekolah Dasar di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah mencairkan bantuan siswa miskin dari pemerintah pusat.
Kabid TK dan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Sri Andari di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan total penerima BSM sebanyak 37.500 siswa dan setiap siswa akan menerima bantuan sebesar Rp450 ribu pertahun melalui transfer bank.
"Sebanyak 4.500 siswa baru akan menerima bantuan siswa miskin (BSM) tahap ke dua," kata Sri.
Ia mengatakan pada 2015 jumlah kuota penerimaan BSM meningkat sebanyak 4.500 siswa. Tambahan ini sesuai dengan usul sekolah bersangkutan.
Menurut dia, bantuan ini merupakan program pemerintah untuk membantu siswa miskin di kalangan pelajar terutama di bangku sekolah dasar.
"Siswa yang menerima BSM diusulkan oleh sekolah dan diperuntukan oleh siswa yang memiliki kartu pra sejahtera (KPS)," katanya.
Ia mengatakan program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi angka putus sekolah di wilayah Gunung Kidul. Selain BSM ada Program Indonesia Pintar (PIP). Pembiayaan ini diperuntukkan kepada siswa yang kesulitan biaya ekolahnya.
Dengan diterimanya bantuan untuk siswa miskin tersebut, dirinya berharap siswa dapat tercukupi kebutuhan untuk membeli peralatan sekolah, seperti tas, buku, sepatu, dan alat tulis.
"Kami berharap siswa bisa mencukupi kebutuhan peralatan sekolahnya," katanya.
Sri mengungkapkan berbagai program dari pemerintah seperti Biaya Operasional Sekolah (BOS), BSM, dan beberpa program lainnya diharapkan bisa membantu siswa menyelesaikan pendidikannya dengan baik, sehingga di GunungmKidul tidak ada lagi anak putus sekolah.
"Ke depan, kami berharap tidak ada ada lagi anak Gunung Kidul putus sekolah dengan alasan tidak memiliki biaya," ujarnya.
Sebelumnya, Disdikpora Gunung Kidul mengungkapkan ada sebanyak 15 ribu penduduk Gunung Kidul masih buta aksara. Disdikpora menargetkan pada 2016 lebih dari 50 persen penyandang buta aksara bisa dientaskan.
"Kami melakukan secara bertahap, pada 2017, Gunung Kidul sudah bebas dari buta aksara," ujar Sekretaris Disdikpora Gunung Kidul, Bahron Rasyid.
Disdikpora menganggarkan Rp7 miliar rupiah dari APBD Gunung Kidul pada 2016. Gelontoran dana ini akan diperuntukan membiayai program-program pengentasan bagi ribuan penyandang buta aksara di Gunung Kidul.
"Target kami, delapan ribu penyandang buta aksara bisa dientaskan tahun depan," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
