
Peserta Pasar Malam Sekaten tidak dipungut biaya

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Panitia Pasar Malam Perayaan Sekaten memastikan peserta tidak akan dipungut biaya pendaftaran dan pendaftaran calon peserta akan dibuka mulai pekan depan.
"Tidak ada pungutan biaya untuk pendaftaran dan sewa lahan. Pendaftaran mulai dibuka awal pekan depan," kata Ketua Panitia Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2015 Suyana di sela pasang pathok penanda dimulainya tahapan pelaksanaan PMPS di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, pihaknya sedang melakukan pembagian modul di Alun-Alun Utara Yogyakarta yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten 2015.
"Belum bisa dipastikan akan ada berada modul yang bisa digunakan peserta selama pelaksanaan PMPS tahun ini. Dimungkinkan jumlahnya sama seperti tahun lalu atau bisa lebih banyak," kata Suyana.
Seluruh luasan Alun-Alun Utara Yogyakarta akan dimaksimalkan sebagai lokasi pelaksanaan pasar malam perayaan sekaten. Tahun lalu, terdapat sekitar 600 modul yang disiapkan untuk peserta pasar malam.
Peserta pasar malam perayaan sekaten yang pada tahun lalu menjadi peserta akan didata ulang. "Kami juga akan memberikan porsi yang lebih besar kepada peserta dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta," katanya.
Meskipun memberikan porsi yang cukup banyak untuk UMKM, panitia juga tetap memberikan kesempatan kepada peserta dari unsur lain seperti permainan asalkan permainan tersebut tidak menggunakan konstruksi berat.
"Pembangunan arena permainan tidak menggunakan konstruksi yang berat, tidak boleh menggali alun-alun. Alun-Alun juga harus steril dari kendaraan bermotor jenis apapun, mulai sepeda motor hingga truk," katanya.
Aturan tersebut juga berlaku untuk peserta saat membangun stan atau memasukkan barang dagangan. "Mobil atau truk harus diparkir di luar alun-alun. Itu sudah menjadi komitmen bersama," katanya.
Pelaksanaan pasar malam sekaten pada tahun ini juga berbeda dibanding tahun lalu yaitu lebih singkat, tidak lagi 40 hari tetapi 21 hari. Rencananya, pasar malam digelar pada 4-24 Desember.
Sementara itu, Penghageng Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta KRT Jatiningrat mengatakan, prioritas utama lebih pada unsur tradisi yaitu pelaksanaan Sekaten, bukan pada pasar malam yang selalu menyertainya.
Sekaten ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Nogowilogo dari Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman tujuh hari sebelum Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Pada tahun ini, pasar malam akan difokuskan pada pameran pembangunan seperti yang dulu selalu dilakukan. Apalagi, Alun-Alun Utara sebagai tempat penyelenggaraan sekaten masih dalam tahap revitalisasi," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap agar masyarakat atau peserta pasar malam memaklumi jika pelaksanaan PMPS pada tahun ini berbeda. ***4***
(E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
