Operasional seluruh bianglala dan kora-kora Sekaten dihentikan

id bianglala, kora-kora, sekaten

Senja di sindu park Menikmati sore di wahana permainan bianglala saat senja tiba di Sindu Kusuma Edupark di Jambon, Jalan Magelang KM 2 Yogyakarta, Sabtu (6/2). Sindu Kusuma Edupark merupakan unit usaha dari Kusuma Agrowisata ingin membuat wahana wisata keluarga dengan berbasis edukasi, hanya dengan tarif Rp15ribu SKE buka dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. (Foto ANTARA/Rika Permatasari/ags/16)

 Yogyakarta,  (Antaranews Jogja) - Operasional seluruh wahana permainan berupa bianglala atau dikenal juga sebagai kincir angin serta kora-kora di area Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 diputuskan untuk dihentikan usai insiden yang terjadi Minggu (11/11) malam.



  “Insiden pada Minggu (11/11) malam adalah sinyal atau peringatan meskipun selama bertahun-tahun penyelenggaraan tidak pernah ada insiden seperti itu. Dan dengan berbagai pertimbangan seperti keamanan dan bagaimana jaminan keselamatannya, maka diputuskan untuk seluruh wahana bianglala atau kincir angin dan kora-kora di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) dihentikan operasionalnya,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Selasa.



 Di area PMPS, wahana permainan bianglala dan kora-kora berada di bawah pengelolaan kelompok Berkah Ria dan Diana Ria. Total jumlah bianglala tercatat sebanyak tujuh unit dan kora-kora sebanyak delapan unit.



Sedangkan untuk arena permainan lain seperti ombak banyu, komedi putar dan tong setan masih tetap bisa dioperasionalkan. 



Haryadi meminta pengelola wahana permainan dan masyarakat dapat memaklumi bahwa keputusan tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar insiden terbaliknya kabin bianglala tidak kembali terulang atau terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan di kemudian hari.



 “Penyelenggaraan PMPS akan berakhir pada 19 November. Memang tinggal beberapa hari lagi. Tetapi, keputusan ini tetap dilakukan untuk mengurangi risiko,” katanya.



Ia menyebut, selama ini memang belum ada sertifikasi terhadap standar kelaikan atau keamanan wahana permainan yang ada di PMPS. 



“Oleh karena itu, standarisasi ini menjadi pemikiran kami ke depan untuk penyelenggaraan berikutnya,” kata Haryadi.



 Sedangkan sewa kapling untuk arena bianglala dan kora-kora akan dikembalikan apabila penyewa sudah membayar secara penuh hingga penyelenggaraan PMPS berakhir pada 19 November. 



 “Untuk pembongkaran wahana, masih bisa dilakukan sesuai dengan berakhirnya penyelenggaraan PMPS,” katanya.



 Meskipun dua jenis wahana permainan dihentikan operasionalnya, namun Haryadi berharap masyarakat tidak perlu takut datang ke PMPS karena masih ada pertunjukan lain yang bisa dinikmati seperti pentas budaya atau berbelanja di anjungan kuliner dan anjungan perdagangan.



 Sementara itu, Ketua Panitia PMPS 2018 Maryustion Tonang mengatakan, panitia hanya menyewakan kapling untuk wahana permainan saja. “Pengelola yang kemudian bertanggung jawab terhadap wahana permainan yang mereka miliki,” katanya.



(E013)



    



    



    



    



    

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar