
Menkeu: Pemerintah masuk ke pasar obligasi untuk stabilkan rupiah

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa memastikan berbagai langkah terus diambil untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu Purbaya ditemui usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
"Saya akan masuk setiap hari ke bond market," kata Menkeu menambahkan.
Rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait jumlah dana yang akan masuk, Purbaya menyebut dirinya meminta Rp2 triliun setiap harinya masuk ke pasar obligasi.
"Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya cash management saja. Jadi tidak masalah," jelas Purbaya ketika ditanya lebih lanjut mengenai asal dari dana yang akan masuk ke pasar obligasi tersebut.
Dia menyebut perputaran uang di pasar obligasi diproyeksikan dapat mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Dengan sentimen positif, jelasnya, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya pada Selasa pekan lalu (12/5) menyebut siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.
Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah jadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkeu: Pemerintah masuk ke pasar obligasi untuk stabilkan rupiah
Pewarta : Prisca Triferna Violleta/Maria Cicilia Galuh
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
