
Bantul memungkinkan menyediakan kawasan industri peternakan

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memungkinkan menyediakan kawasan industri peternakan guna mengakomodir dan mengelola kegiatan usaha pengembangbiakan ternak penghasil daging tersebut.
"Itu (kawasan industri peternakan) mungkin saja, ketika kita ingin menjaga ketahanan pangan, karena kalau ada kawasan peternakan kan lebih nyaman," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul, Sulistyanto di Bantul, Minggu.
Kawasan industri peternakan di Bantul menurutnya bisa dikembangkan di wilayah Kecamatan Dlingo, Kecamatan Pajangan dan kawasan pesisir selatan setempat, mengingat masih ada lahan yang memungkinkan untuk kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, apalagi di wilayah Pajangan saat ini sudah terdapat peternakan ayam yang bisa dikatakan sebuah industri karena kapasitas produksi dan orientasi bisnisnya, sehingga bisa dikembangkan lagi.
"Terkait siapa yang mau investasi di sana (kawasan industri peternakan) ketika sudah ada, itu urusan nanti, namun yang paling penting dikaji terlebih dulu," kata Sulistyanto.
Dengan demikian, kata dia, sebelum mendirikan kawasan industri peternakan perlu ada kajian yang mendalam dari berbagai instansi terkait, sebab dalam sebuah kawasan industri tentu akan berdampak pada berbagai hal di antaranya masalah lingkungan.
"Siapapun bisa (mengusulkan), karena industri ada di Disperindagkop, kemudian peternakan ada di Dinas Pertanian dan Kehutanan, kemudian bisa dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk kajian dampak lingkungannya," katanya.
Ia mengatakan, kawasan industri peternakan selain untuk menjaga ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan dari komoditas yang diimpor, juga peternak bisa makin nyaman karena dengan adanya zona khusus protes warga bisa dikurangi.
"Yang namanya bisnis peternakan tidak akan rugi, sehingga dengan adanya kawasan harga makin kuat, paling tidak peternak punya posisi tawar lebih kuat, selama ini di Bantul memang belum ada (kawasan industri peternakan)," katanya.
KR-HRI
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
