
Yogyakarta akan pertahankan luas sawah yang tersisa

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta lima kecamatan yang kini masih memiliki sawah bisa mempertahankan luas sawah yang ada.
"Total luas sawah di Kota Yogyakarta adalah sekitar 56 hektare. Sebanyak 29,89 hektare berada di Kecamatan Umbulharjo dan sisanya tersebar di Kecamatan Kotagede, Tegalrejo, Mergangsan dan Mantrijeron. Jangan sampai luas sawah terus berkurang karena untuk menambah sepertinya tidak mungkin," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di sela panen raya di Kelurahan Sorosutan Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, keberadaan sawah di Kota Yogyakarta sangat penting, salah satunya untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk untuk tujuan yang lebih luas seperti meningkatkan ekonomi masyarakat, menjaga budaya dan juga mendukung perkembangan industri pariwisata.
Pemerintah, lanjut dia, akan memberikan bantuan kepada masyarakat atau petani yang memiliki sawah.
Bantuan dapat diwujudkan dalam bentuk pengurangan besaran ketetapan pajak bumi dan bangunan.
Selain pengurangan pembayaran pajak bumi dan bangunan, upaya untuk meningkatakan kuantitas hasil panen dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas benih yang digunakan.
"Luasan sawah sangat terbatas, sehingga yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kuantitas hasil panen dengan menggunakan benih yang berkualitas," katanya.
Selain memanen padi secara langsung di sawah, dalam kegiatan panen raya di Kelurahan Sorosutan, Haryadi juga menyempatkan diri melihat secara langsung mesin penggilingan padi yang diberikan oleh pemerintah pusat sekaligus memborong beras petani setempat.
"Ada tiga aspek penting dalam kegiatan panen raya seperti ini, yaitu aspek ekonomi, budaya dan religi. Bahkan, kegiatan seperti ini bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan berkunjung karena unik. Di Kota Yogyakarta ternyata masih bisa panen padi," katanya.
Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani Ngudi Rukun Kelurahan Sorosutan Sunarjo mengatakan dari 10 kelompok tani yang bergabung, hanya tujuh kelompok yang aktif mengikuti kegiatan.
Di Kelurahan Sorosutan terdapat sawah seluas 12,9 hektare yang rata-rata ditanami padi jenis Ciherang dengan produktivitas lebih dari enam ton per hektare.
"Kami juga mengelola dana pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) sebesar Rp100 juta dan kini sudah berkembang menjadi sekitar Rp137,9 juta," katanya.
Sedangkan untuk pemanfaatan mesin penggiling padi, Sunarjo mengatakan, akan bekerja sama dengan seluruh gabungan kelompok tani di Kota Yogykarta agar bisa menghasilkan beras baru yang selalu berkualitas.
Sementara Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro mengatakan, dari total luas sawah yang ada, tidak semuanya dimanfaatkan untuk produksi beras.
"Sekitar 21 hektare digunakan untuk menghasilkan benih karena belum banyak petani yang melakukannya. Dalam setahun, panen dua kali," kayanya. ***4***
(E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
