
DIY-Shanghai sepakati kerja sama persahabatan

Yogyakarta (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X bersama Ketua Parlemen Shanghai Wu Zhiming menyepakati kerja sama persahabatan kedua wilayah itu meliputi bidang budaya, pendidikan, teknologi dan investasi.
Kesepakatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Sri Sultan HB X dan Wu Zhiming didampingi Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai Kenssy D. Ekaningsih di Gedung Willis Kepatihan Yogyakarta, Selasa.
"Saya ingin Kota Shanghai bersama Kota Yogyakarta bisa saling kerja sama untuk masa depan agar bisa makmur bersama," kata Wu Zhiming seusai penandatanganan MoU tersebut.
Menurut dia, Kota Yogyakarta dengan Shanghai memiliki kemiripan satu sama lain. Keduanya sama-sama merupakan kota pusat kebudayaan di negaranya serta memiliki banyak universitas.
Menurut dia, Kota Shanghai hingga kini sedang mengembangkan empat center. Melalui upaya pengembangan yang telah dilakukan selama 20 tahun tersebut, menurut dia, Kota Shanghai telah menjadi pusat perekonomian, sosial, keuangan, serta perdagangan.
"Khususnya untuk bidang pelabuhan, Kota Shanghai memiliki posisi nomor satu di dunia. Di sini saya ingin Kota Shanghai dan Yogyakarta bisa saling kerja sama, kata dia.
Sementara itu, Sri Sultan HB X mengatakan Yogyakarta dapat belajar banyak dengan Kota Shanghai sebagai kota budaya, pendidikan, keuangan, maupun industri. Apalagi Kota Shanghai memiliki sejarah panjang selama 5.000 tahun, sementara Yogyakarta baru 250 tahun. "Semoga saja Yogyakarta bisa belajar banyak," kata dia.
Sebagai Kota budaya, menurut dia, Yogyakarta sat ini juga sedang mengembangkan potensi teknologi khususnya bidang teknologi informasi (IT). Dengan kerja sama kedua wilayah itu, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara signifikan untuk mendorong bertumbuhnya industri kreatif di bidang IT yang selama ini telah dikembangkan di Yogyakarta.
Sultan mengatakan, Pemda DIY sebelumnya juga telah menawarkan pengembangan aktivitas seni budaya Tiongkok di Kampung Ketandan sebagai kampung pecinan di Kota Yogyakarta.
Secara khusus, Sultan juga mengaku telah mengajak delegasi dari Shanghai tersebut untuk melihat sebuah bangunan bersejarah di kawasan Ketandan berukuran 900 meter persegi yang dinilainya berpotensi sebagai pusat pengembangan seni budaya Tiongkok.
"Bangunan itu coba kita beli. Karena mereka juga mau mengembangkan pusat budaya tiongkok, ya saya minta lihat bangunan itu," kata dia.
Menurut Sultan, selama ini Shanghai telah banyak membantu DIY dalam berbagai bidang. Seperti dalam pembangunan Museum Yogyakarta yang direncanakan akan dibangun di kompleks Dinas Pariwisata DIY, menurut Sultan, Pemda DIY juga masih mempelajari desain Museum Kota di wialayah itu.
"Kami akan mencoba membuat museum masa lalu, saat ini, dan masa depan Yogyakarta. Sekarang kami sedang mengumpulkan sejarah Yogyakarta yang lebih komplet, tapi untuk mendesain kami sedang mengirim tim ke Sanghai dan Kyoto untuk melihat museum kota mereka. Saya berharap dari perbandingan itu kami bisa membuat yang lebih bagus," kata Sultan.
L007
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
