
Joki Gua Pindul dibina Polda DIY

Gunung Kidul (Antara) - Sebanyak 25 kelompok joki Gua Pindul, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diwadahi dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat yang dibina Kepolisian Daerah setempat untuk menghilangkan efek negatif keberadaan mereka.
Perwakilan Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) Desa Bejiharjo Suwargito di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan pembuatan forum ini untuk mengurangi isu negatif untuk para joki atau pemandu yang biasa mengantarkan wisatawan ke Gua Pindul.
"Semua akan meninggalkan atribut masing-masing pengelola. Mereka juga akan satu seragam lengkap dengan kartu identitas yang dimiliki," kata Suwargito.
Ia mengatakan semua joki akan menaati peraturan yang berlaku. Salah satunya mengarahkan wisatawan untuk membayar ke pos retribusi. Kalau ada wisatawan yang tidak membayar retribusi, maka akan ditolak masuk. "Ini bentuk komitmen kami," katanya.
Salah seorang perwakilan joki Parman mengatakan pihaknya akan membantu promosi wisata di Kabupaten Gunung Kidul.
"Kami berterima kasih kepada pemkab untuk membiarkan kami tetap ada, dan tidak dilarang, "katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi mendukung langkah pengorganisasian ini. Pihaknya sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan untuk membina. Namun para joki dengan inisiatif sendiri sudah melakukan langkah membentuk forum.
"Dengan adanya inisiatif ini berarti gayung bersambut. Mudah-mudahan akan lebih baik," katanya.
Ia berharap dengan adanya kebersamaan dengan tidak adanya atribut operator akan mendukung perbaikan pengelolaan Gua Pindul. Selain itu, pihaknya hari ini melakukan pencopotan atribut yang dianggap menyesatkan wisatawan.
"Atribut-atribut penjuk arah Gua Pindul, kami kami bersihkan supaya wisatawan tidak tersesat," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
