
Seyegan kampanye gerakan makan daging keliinci

Sleman, (Antara Jogja) - Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kampanyekan gerakan makan daging kelinci kepada puluhan murid TK di Kantor Unit Pelayanan Teknis Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Seyegan.
"Kampanye makan daging kelinci ini karena daging kelinci memiliki nilai gizi yang tinggi serta kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging kambing atau sapi," kata Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kantor Unit Pelayanan Teknis Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Seyegan, Sutarliyah, Selasa.
Menurut dia, kampanye gerakan makan daging kelinci ini merupakan kegiatan tahunan dengan sasarannya adalah murid-murid dari taman kanak-kanak (TK).
"Memang belum tentu semua orang tega mengkonsumsi daging kelinci karena melihat bentuk hewannya. Kami ingin mengampanyekan bahwa daging kelinci halal dan memiliki nilai gizi yang cukup tinggi kepada anak-anak," katanya.
Ia mengatakan, terkadang orang tidak tega memakan daging kelinci karena bentuknya yang lucu dan menyerupai tikus.
"Namun ini kelinci yang dikonsumsi bukan kelinci hias, melainkan kelinci jenis pedaging," katanya.
Di Seyegan, terdapat empat kelompok peternak kelinci jenis pedaging di Desa Margokaton. Harga daging kelinci, cukup terjangkau dibandingkan dengan harga daging lain seperti sapi maupun kambing karena harga daging kelinci hidup perkilogramnya seharga Rp30.000 hingga Rp35.000.
"Setiap tiga ons daging kelinci memiliki 6,8 gram lemak dan 37 persen kalori. Selain itu kelinci juga mengandung vitamin B12 yang cukup tinggi," katanya.
Kepala UPT BP3K Seyegan Ibnu Sutapa mengatakan, kampanye makan daging kelinci merupakan bagian dari gelar potensi yang diselanggarakan dalam rangka menyambut seabad Sleman.
"Kegiatan ini diikuti 50 peserta oleh tiga kecamatan Seyegan, Mlati dan Tempel. Tahun ini kami menghadirkan hasil olahan pertanian agar kelompok masyarakat bisa mengantisipasi bila harga pangan anjlok, maka bisa diolah menjadi bentuk lain," katanya.***3***
(V001)
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
