Logo Header Antaranews Jogja

SAR Gunung Kidul imbau nelayan tidak melaut

Jumat, 10 Juni 2016 19:30 WIB
Image Print
Mayoritas nelayan sepanjang pantai selatan DIY tidak melaut (Foto Antara/Deni Priyatin/ags/15)

Gunung Kidul (Antara) - Tim Pencarian, Penyelamatan, dan Satuan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau nelayan tidak melaut terlebih dahulu, meski gelombang tinggi pantai selatan sudah mulai berangsur normal.

"Sejak pagi mulai menurun, saat ini sekitar 13 feet dan terus menurun," kata Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Baron Marjono di Gunung Kidul, Jumat.

Meski gelombang terus menurun, ia mengimbau kepada nelayan untuk tidak melakukan aktivitasnya karena masih berbahaya. Begitu juga dengan wisatawan agar tidak mandi di laut.

"Saat ini nelayan masih melakukan persiapan untuk melaut, kemungkinan besok beberapa nelayan sudah bisa melaut," katanya.

Marjono mengatakan pihaknya masih menyiagakan personel SAR untuk mengawasi sejumlah pantai.

"Kami juga masih membantu masyarakat yang mengevakuasi barang-barangnya karena dampak gelombang tinggi kemarin," kata Marjono.

Sementara itu, Kasi Logistik dan kedaruratan BPBD Gunung Kidul Sutaryono menambahkan pihaknya sudah menarik seluruh Tim reaksi Cepat (TRC) yang diturunkan kemarin untuk membantu masyarakat.

"Semua personel sudah ditarik, karena gelombang sudah menurun," katanya.

Ia mengatakan dari data yang diterima, yakni 218 gazebo rusak (153 rusak berat, 66 rusak ringan), 26 rumah makan (tiga rusak berat, 23 rusak ringan), 10 lapak pedagang, empat kamar mandi umum rusak ringan, tiga bangunan Pos SAR, satu bangunan tempat parkir rusak berat, tiga talud rusak berat, satu rumah hunian rusak ringan, dua bangunan fasilitas umum, tujuh pohon cemara roboh, lima jaring nelayan hilang.

"Saat ini masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah selanjutnya," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026