
24 difabel Bantul peroleh bantuan kursi roda

Bantul, (Antara Jogja) - Sebanyak 24 difabel di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memperoleh bantuan kursi roda untuk membantu warga dengan keterbatasan fisik tersebut beraktivitas sehari-hari.
"Warga yang diperiksa sekitar 100 orang, namun yang mendapat kursi roda ada 24 orang dan yang mendapat kaki atau tangan palsu 18 orang," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Sehat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Sidiq Rohadi saat memberikan alat bantu di Bantul, Rabu.
Menurut dia, pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas atau difabel ini merupakan bagian dari program pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) yang digulirkan Pemda DIY akhir 2015. Sebelum mendapatkan alat bantu mereka diperiksa oleh tim dokter khusus.
Ia mengatakan untuk alat bantu berupa kaki dan tangan palsu langsung diberikan kepada yang bersangkutan tanpa melalui kantor dinas, sebab menurutnya penggunaan lebih mudah dan bisa dilakukan di tempat menetap masing-masing warga disabilitas.
Sidiq mengatakan sedangkan puluhan penyandang disabilitas lainnya dinilai dokter belum membutuhkan alat bantu, karena kemungkinan besar masih dapat berupaya mandiri untuk berjalan maupun beraktivitas sehari-hari.
"Sisanya tidak butuh karena dari hasil medis tidak diberi alat alat bantu supaya mandiri, namun kalau diberi alat justru jadi malas tidak mau berusaha untuk mandiri, misalnya pascastroke itu memang tidak bisa jalan, tapi bukan berarti tidak bisa jalan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, alat bantu disabilitas itu sudah disesuaikan dengan hasil pemeriksaan tim dokter khusus, sehingga tidak semua warga disabilitas diprioritaskan menerima alat bantu meski sudah diperiksa dokter.
Sementara itu, menurut dia, penyandang disabiltas yang memperoleh alat bantu kursi roda tersebut tersebar di beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Bantul, Imogiri, Sedayu, Kasihan, Sanden, Sewon dan Kecamatan Jetis.
"Teman-teman difabel diundang, dijemput dengan ambulans dari Puskesmas dan kemudian diperiksa. Kalau misalnya butuh kursi roda diukur, kalau sakitnya apa, apakah perlu dirujuk saat itu juga dirujuk ke rumah sakit," katanya.***4***
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
