Logo Header Antaranews Jogja

Enam hektare tanaman melon Bantul gagal panen

Senin, 20 Juni 2016 21:25 WIB
Image Print
Ilustrasi tanaman melon (Foto suburmekar.wordpress.com)

Bantul (Antara) - Tanaman melon seluas enam hektare di wilayah Desa Seloharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami gagal panen akibat terendam banjir setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (18/6) hingga Minggu (19/6) pagi.

"Dari lahan sekitar tujuh hektare yang saya tanami melon, hanya sekitar satu hektare yang bisa dipanen, sementara sisanya yang enam hektare tidak dapat dipanen," kata petani melon asal Desa Seloharjo Pundong, Badrun Hamidi di Bantul, Senin.

Menurut dia, tanaman melon sesuai musimnya cocok ditanam pada cuaca kemarau, sehingga ketika terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama mengakibatkan tanaman rusak, dan buahnya membusuk.

Dia tidak menyangka turunnya hujan di saat musim kemarau ini, padahal pengalaman dari tahun ke tahun meskipun terjadi hujan saat kemarau intensitasnya tidak ektrim seperti Sabtu (19/6) lalu.

"Tapi saya sudah `alhamdulillah` sebagian tanaman masih bisa dikondisikan dan masih bisa panen. Di kelompok tani saya ada sekitar 15 orang, kemungkinan juga terkena banjir, namun saya tidak tahu kondisinya," katanya.

Ia mengatakan, karena gagal panen tersebut, ia mengaku mengalami kerugian antara Rp160 juta sampai Rp200 juta, sebab mayoritas hasil panen tidak dapat dijual karena membusuk.

"Kalau dihitung rugi ya rugi tapi mau bagaimana lagi, sudah fenomena alam. Kalau saat ini air memang sudah surut, tetapi memang belum kering," katanya yang mengaku akan kembali menanam melon setelah Lebaran 2016.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan, untuk tanaman melon yang terendam banjir akibat hujan lebat lalu, instaninya belum menerima laporan secara resmi karena pendataan sedang dalam proses.

"Laporan dari petani melon belum ada, namun kalau memang ada lahan melon yang terendam risikonya sangat besar, harus ada perlakukan khusus karena memang melon itu di lahan kering," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026