Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab jamin tidak ada vaksin balita palsu

Minggu, 26 Juni 2016 13:45 WIB
Image Print

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin vaksin balita palsu tidak diedarkan di wilayah ini meski pasokan vaksin di setiap puskesmas dan rumah sakit dari Jawa Barat.

"Untuk vaksin program yang ada di Kulon Progo masih aman karena vaksin didrop dari Kementerian Kesehatan. Untuk itu, kami mengimbau kepada warga untuk tidak resah dengan adanya vaksin palsu dari pemberitaan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Bambang Haryatno di Kulon Progo, Minggu.

Ia mengatakan pengadaan vaksin langsung ke Biofarma Bandung. Vaksin ini didrop Dinkes ke Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kulon Progo.

"Pengadaan vaksin ditangani langsung oleh Kementerian Kesehatan kerja sama dengan Biofarma Bandung. Jadi tidak ada alasan masyarakat Kulon Progo yang memiliki balita resah. Meski demikian, kami minta ibu-ibu yang memiliki balita selalu waspada," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan vaksin palsu harusnya mudah dideteksi dari kemasannya.

"Sampai saat ini, kami belum menemukan peredaran vaksin palsu di Kulon Progo," kata Hasto.

Seperti diketahui, Penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar sindikat pemalsu vaksin untuk balita.

Dari operasi tersebut, diketahui bahwa sindikat tersebut telah memproduksi vaksin palsu sejak tahun 2003 dengan distribusi di seluruh Indonesia.

Hingga kini, penyidik baru menemukan barang bukti vaksin palsu di tiga daerah, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Pelaku dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026