
Bantul data ketersediaan komputer untuk UNBK SMP

Bantul, 10/1 (Antara) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendata ketersediaan komputer untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer bagi siswa sekolah menengah pertama di daerah ini.
"Dalam menghadapi UN tingkat SMP Tahun 2017 Insya Allah akan memakai komputer, dan kami sudah melakukan pendataan (sarana komputer) walaupun belum selesai," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantul Totok Sudharto di Bantul, Selasa.
Menurut dia, sesuai arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Dinas Dikpora DIY, bahwa dalam pelaksanaan UN berbasis komputer bagi siswa SMP di Bantul boleh menggunakan komputer yang dipakai UNBK siswa jenjang SMA/SMK.
Selain memakai komputer di SMA/SMK, kata dia, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul juga medata ketersediaan komputer di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas yang ada di tiap kecamatan.
"Kami akan gunakan komputer yang sudah dipakai SMA/SMK, karena waktunya (UN) kan berbeda dan SMP paling belakang, yang di kantor UPT juga kami gunakan. Tetapi kami belum mendata yang di UPT-UPT, karena sekarang ini masih digunakan," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara terhadap ketersediaan komputer, hingga saat ini kesiapannya sudah mencapai 50 persen guna memfasilitasi pelaksanaan UNBK SMP dengan jumlah total peserta mencapai 12.262 siswa tersebar di 111 sekolah.
"Sampai hari ini sudah 50 persen tercukupi, sehingga nanti kita tinggal mencukupi yang 50 persen lagi. Kita upayakan yang dari SMA/SMK dan UPT-UPT. Dan Insya Allah di tahun ini sebanyak 12.626 siswa SMP bisa melaksanakan ujian berbasis komputer," katanya.
Namun demikian, kata dia, dalam pelaksanaan UNBK jenjang SMP pada Mei 2017 nanti tidak menutup kemungkinan dari orang tua siswa menyiapkan sendiri sarananya yaitu laptop, dengan catatan perangkat itu `dibersihkan` berkasnya sebelum dipakai ujian.
"Kami juga sedang menyiapkan server baru yang nanti akan ditempatkan di tempat UN, sehingga dimungkinkan pelaksanaan ujian tidak harus dilaksannakan di sekolah itu, tetapi sekolah lain terdekat. Jadi ada SMA yang kita siapkan untuk ujian komputer," katanya. ***4***
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
