
Pemkab anjurkan petani tanam jagung tahan hama

Bantul (Antara) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menganjurkan petani di daerah itu menanam jagung dengan benih yang tahan hama pada musim tanam 2017.
"Kita anjurkan petani pilih benih jagung yang tahan hama, memang harganya agak sedikit mahal dibanding benih lokal, namun keunggulannya tahan hama," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Selasa.
Dia menjelaskan anjuran agar petani menanam jagung varietas tahan hama karena pertimbangan pada musim tanam 2017 diprediksikan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) hujan terjadi cukup panjang, bahkan di awal 2017 musim hujan masih berlangsung.
Padahal, kata dia, salah satu jenis tanaman palawija itu tidak cocok atau kurang bagus ditanam pada musim dengan curah hujan tinggi karena berpotensi terkena serangan hama yang dapat menurunkan panenan.
"Petani bisa pilih benih jagung yang dilabel kemasan tahan hama apa dan tidak tahan apa. Jenis varietasnya banyak, namun pilihlah benih yang bersertifikat. Karena diprediksi hujan masih berlangsung, ini harus kita perhitungkan," katanya.
Dengan demikian, kata Pulung, produktivitas panen jagung di Bantul pada musim tanam 2017 tidak menurun bahkan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, mengingat jagung juga menjadi salah satu komoditas pangan yang digenjot produksinya.
"Total luas tanaman jagung yang umum setiap tahun sekitar 2.000 hektare dengan produksi lima ton jagung per hektare. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan, seperti Pundong, Imogiri, Pajangan, Srandakan, Sewon, dan Piyungan," katanya.
Pulung juga mengatakan pada Tahun Anggaran 2017, Kabupaten Bantul juga mendapat bantuan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perluasan lahan jagung. Diperkirakan bantuan pusat itu bisa menyasar lahan seluas 1.363 hektare.
"Dari APBN direncanakan ada dana perluasan lahan jagung di Bantul 1.363 hektare. Namun untuk realisasinya kita masih menunggu pedoman umum. Karena kalau anggaran dari pusat biasanya juga diikuti dengan pedoman umum," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
