Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo diminta siapkan SDM profesional pariwisata

Rabu, 26 Juli 2017 23:42 WIB
Image Print

Kulon Progo (Antara Jogja) - PT Angkasa Pura I mengusulkan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan sumber daya manusia yang profesional di sektor pariwisata dan memiliki keahlian yang menunjang bandara.

Genderal Manajer Komersial Bandara I Gusti Ngurah Rai Rahardhian Dewanto Yogisworo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan adanya bandara perlu didukung oleh pemerintah kabupaten, sosial budaya, sumber daya manusia, dan program kawasan.

"Suatu daerah harus memiki daya tarik sendiri, supaya maskapai penerbangan masuk dengan sendirinya. Sehingga Pemkab Kulon Progo harus mulai menyiapkan sektor pariwisata dan infrastruktur," kata Yogisworo.

Menurut dia, bukan hal yang mudah maskapai penerbangan bisa masuk ke suatu daerah tanpa memiliki daya tarik. Kita tidak mudah mengalahkan Singapura dan Malaysia.

Untuk itu, perlu ada yang dijual di maskapai internasional, kalau tidak, manfaat yang dipetik dengan adanya bandara tidak dapat dirasakan.

"Kita harus jualan, apa yang bisa dijual di dunia internasional, misalnya apa yang bisa dijual dari Kulon Progo sampai Candi Borobudur," kata dia.

Ia mengatakan ada hal yang menarik dikunjungi atau tidak.

Hal ini yang harus diciptakan, sehingga Pemkab Kulon Progo dan Dinas Pariwisata memiliki peran penting dalam membuat perencanaan untuk pengembangan wilayahnya.

Selain itu, sepanjang akses menuju bandara, harus diciptakan tempat-tempat yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi, sehingga orang tidak merasa jauh dalam perjalannya.

Selanjutnya, aksebilitas Kulon Progo harus dipikirkan dari sekarang. Karena sebagian wilayah DIY, objek wisatanya masih Prambanan-Borobudur dan Gunung Merapi Sleman.

"Sekarang, kami sebagai pengusaha bandara, tidak hanya sekedar memikirkan bandaranya saja, tapi juga memikirkan akses menuju bandara," katanya.

Menurut dia, pembangunan tol sangat penting dalam sektor asksebikitas menuju bandara atau jalan yang sudah ada diperlebar dengan enam jalur. Kalau tidak, maka akan ditinggalkan.

"Tujuan ke Yogyakarta itu untuk berwisata. Dengan trafic penerbangan di Yogyakarta berkusar 8 juta per tahun, kami yakin ke depan tiga sampai empat tahun bandara beroperasi akan menjadi tujuan wisata," katanya.

Menurut dia, memilihat dari potensi wisata dan infrastruktur jalan, ia pesimistis wisatawan akan tinggal lama di Yogyakarta.

"Makanya, turis yang datang ke Yogyakarta dari Bali itu hanya satu hari. Mereka berkunjung ke Prambanan dan Borobudur, kemudian balik terbang lagi ke Bali," katanya.

Sekarang yang perlu dipikirkan oleh Pemkab dan Dinas Pariwisata Kulon Progo adalah infrastruktur jalan dan objek wisata yang inovatif dan kreatif, supaya turis mau tinggal lama di Yogyakarta.

"Di Bali, turis menginap 4 sampai lima hari. di Yogyakarta, turis paling lama tinggal tiga hari," katanya.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan saat ini, Pemkab Kulon Progo tengah membangun infrastruktur Bedah Menoreh dalam rangka membangun akses wisata di wilayah itu.

"Jalan Bedah Menoreh ini akan menghubungkan bandara-Temon-Kokap-Giirimulyo-Samigaluh-Kalibawang-Borobudur sejah 63 kilometer," katanya.

Selain itu, kata Sutedjo, masyarakat di kawasan Bukit Menoreh secara swadaya mulai mengembangkan berbagai objek wisata, baik yang berupa curug, gua dan wisata alam.

"Wisata di Kulon Progo mulai berkembang pesat di wilayah utara. Kami juga mulai mengimbangi dengan membangun infrastruktur," katanya.

(U.KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026