Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo dukung Jalur Outer Ringroad

Minggu, 27 Agustus 2017 10:45 WIB
Image Print
Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa) (istimewa)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyambut baik rencana Pemda DIY membangun "jalur outer ringroad" untuk memecah lalu lintas kemacetan lalu lintas.

"Jalan outer ringroad akan mempercepat jarak tempuh bagi pengendara kendaraan yang akan ke luar kota, seperti Jawa Timur tidak lagi lewat dalam kota," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara di Kulon Progo, Minggu.

Namun demikian, Astungkara mengatakan jalur outer ringroad masih dalam kajian analisa dampak lingkungan (andal). Nanti ada ringroad luar.

Jalur outer ringroad akan menggungakan exiting jalan jalur yang sudah ada. Rencananya, jalur tersebut akan diperlebar menjadi enam jalur.

"Andal sementara, wilayah yang terkena jalan outer ringroad meliputi Sleman, Kulon Progo, Bantul. Sleman dan Bantul, kabupaten yang paling banyak terkena jalur outer ringroad. Hal ini dikarenakan jalur outer ringroad melingkar," katanya.

Menurut dia, jalur outer ringroad untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di dalam kota. Sekaligus mendukung adanya bandara di Kulon Progo. "Andalnya masih disusun. Semua kemungkinan bisa terjadi," katanya.

Menurut dia, biaya jalur outer ringroad lebih murah dibandingkan membuat baru. "Biaya pembebasan lahan, tidak semahal kalau membangun yang baru," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) DIY Tjipto Haribowo mengatakan pembangunan `jalur outer ringroad` (JOR) diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dalam kota.

Ia mengatakan JOR yang melintasi wilayah tiga kabupaten itu merupakan salah satu alternatif untuk memecah lalu lintas dalam kota. JOR melintasi wilayah Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.

Ia mengatakan, JOR direncanakan mengambil jalur Prambanan, Piyungan, Palbapang, Pandak, Sedayu, Sentolo, dan Tempel.

"Lebar jalan idealnya 14 meter dengan empat lajur, tetapi antara Sentolo-Tempel dilakukan revisi menjadi tujuh meter karena berada di kawasan yang merupakan areal pertanian produktif," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, jalur yang dirancang sebelumnya akan digeser sedikit ke selatan. Hal itu dilakukan karena pihaknya memiliki komitmen agar pembangunan JOR bisa sejalan dengan komitmen tata ruang.

"Saat ini proses realisasi pembangunan JOR sedang berlangsung. Namun, beberapa ganjalan masih ditemui seperti pembebasan tanah dan perbaikan jembatan di beberapa tempat," katanya.

(U.KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026