Imlek "Light Festival" 2018

id imlek light festival,Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Imlek "Light Festival" 2018

Ilustrasi puncak acara CAP GO MEH Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) - Antara

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Imlek "Light Festival" yang menampilkan berbagai bentuk lampion diyakini akan menjadi daya tarik baru pada penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XIII pada 2018.

"Akan ada taman lampion pada penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) tahun ini. Harapannya, keberadaan taman lampion ini bisa memberikan suasana yang berbeda kepada pengunjung," kata Humas dan Publikasi PBTY XIII Gutama Fantoni di Yogyakarta, Rabu.

Taman lampion dengan tema Imlek "Light Festival" tersebut akan digelar di Jalan Ketandan Yogyakarta selama penyelenggaraan PBTY XIII yaitu mulai 24 Februari hingga 2 Maret.

"Kebetulan ada lahan kosong di Jalan Ketandan yang bisa dimanfaatkan untuk dibuat taman lampion. Luasnya sekitar 2.000 meter persegi. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penyelenggaraan taman lampion ini," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pengunjung akan dipungut tiket masuk ke taman lampion dengan tarif yang terjangkau yaitu Rp20.000 per pengunjung. "Nantinya, pengunjung bisa berfoto atau `selfie` dengan latar belakang berbagai bentuk lampion yang menarik," kata Fantoni.

Selain taman lampion, penyelenggaaraan PBTY pada tahun ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni, budaya dan kuliner khas Tionghoa di sepanjang Jalan Ketandan.

"Ada 149 stan dan bazaar kuliner di sepanjang Ketandan yang menyajikan beragam menu khas Tionghoa dan nusantara, salah satunya Lontong Cap Go Meh," katanya.

Selain menikmati pertunjukan seni dan budaya, pengunjung PBTY juga bisa melakukan berbagai aktivitas seperti menghadiri pameran Wayang Potehi di Rumah Budaya Ketandan, atau mengikuti pelatihan melukis kepala Wayang Potehi.

"Pengunjung juga bisa membawa pulang hasil karya mereka mengecat kepala wayang dengan mengganti ongkos Rp20.000," katanya.

Sedangkan untuk menandai pembukaan PBTY XIII akan digelar karnaval budaya di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Yogyakarta pada Sabtu (24/2) malam.

Karnaval budaya tersebut akan diikuti 20 kelompok peserta, mulai dari naga barongsai, maskot shio anjing tanah, drumband dari Akademi Angkatan Udara, wushu, gendawang dan ondel-ondel dari Taiwan.

Naga barongsai yang akan tampil dalam karnaval budaya adalah penampil terbaik dari Jogja Dragon Festival 2018.

"Kami akan menyelenggarakan seleksi Jogja Dragon Festival pada Jumat (23/2) di Jogja City Mall. Sudah ada peserta dari Semarang, Solo, dan Banten. Bahkan peserta dari Banten pernah menjadi juara dua saat festival di Tiongkok," kata Anggota Humas dan Publikasi PBTY XIII Roy Setyanto. 
(U.E013) 21-02-2018 15:40:08
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar