Logo Header Antaranews Jogja

Sleman rehabilitasi puluhan daerah irigasi pertanian

Minggu, 15 April 2018 09:27 WIB
Image Print
Ilustrasi saluran irigasi pertanian (Foto antaranews.com)

Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2018 akan mengadakan rehabilitasi dan peningkatan kapasitas dan pembangunan puluhan daerah irigasi pertanian.

"Tahun ini kami akan melakukan rehabilitasi sembilan daerah irigasi yang rusak dan pembangunan atau peningkatan daerah irigasi," kata Bupati Sleman Sri Purnomo, Minggu.

Menurut dia, untuk rehabilitasi sembilan daerah irigasi yang rusak total biaya sebesar Rp7,394 miliar lebih yang sumber dananya dari APBD Kabupaten.

"Selain itu akan dilakukan pula pembangunan/peningkatan daerah irigasi sejumlah 27 daerah irigasi dengan total biaya sebesarRp7,275 miliar dari dana APBD dan 18 daerah irigasi dengan total biaya sebesar Rp7,264 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus," katanya.

Ia mengatakan, bahwa kegiatan yang tidak kalah pentingnya pascarehabilitasi dan pembangunan adalah operasi dan pemeliharaan daerah irigasi untuk tetap menjaga fungsi Jaringan Irigasi agar tetap optimal.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung keberlanjutan fungsi daerah irigasi serta mampu memelihara bangunan dengan baik agar masa guna bangunan dapat bertahan lama," katanya.

Sri Purnomo mengatakan bahwa luas irigasi yang diairi dari daerah irigasi yang menjadi kewenangan Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 21.953 hektare, tersebar di 17 kecamatan.

"Dari sejumlah daerah irigasi tersebut, berdasarkan pendataan terakhir yang kondisi fisiknya baik sejumlah 12.878 hektare (58,66 persen), sedang sisanya seluas 9.075 hektare (41,34 persen) dalam keadaan rusak sedang dan rusak berat," katanya.

Ia mengatakan, rehabilitasi dan peningkatan daerah irigasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi guna kesejahteraan petani serta pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Sleman," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026