
Kasus DBD di Sleman turun signifikan

Sleman (Antaranews Jogja) - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga memdekati akhir 2018 tercatat turun drastis baik jumlah kasus maupun jumlah korban meninggal.
"Dari data yang kami himpun, hingga Agustus 2018 angka kasus DBD di Sleman turun cukup signifikan yakni tercatat sebanyak 81 kasus dan tidak ada korban yang meninggal dunia," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahaya Purnama di Sleman, Jumat.
Menurut dia, angka tersebut turun signifikan
dibandingkan tahun lalu yang mencapai 427 kasus dengan korban meninggal sebanyak sembilan orang.
"Namun kami imbau masyarakat tetap waspada, apalagi pada musim pancaroba hingga musim hujan nanti cukup rawan terjadi serangan DBD, terlebih adanya siklus lima tahunan DBD yang mungkin terjadi," katanya.
Cahaya mengatakan, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Slema pada 2011 hanya 166 kasus DBD tanpa korban meninggal dunia.
"Sedangkan lima tahun kemudian, pada 2016 tercatat 880 kasus DB dengan korban meninggal sebanyak sembilan orang," katanya.
Ia mengatakan, pada 2013 juga tercatat angka yang cukup tinggi yakni ada 736 kasus dengan korban meninggal sebanyak empat orang.
"Pada 2016 tercatat tinggi karena memang ada siklus lima tahunan dan tidak hanya terjadi secara nasional, pernah juga pada 2013. Sebenarnya siklus lima tahunan bisa diamati dari pola maksimal dan minimal yang berjalan," katanya.
Memgingat hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kata dia, mengingatkan masyarakat untuk makin menggiatkan gerakan Jumat bersih. Ditambah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Dinas terkait dan puskemas akan turun untuk membantu gerakan tersebut, yang dibutuhkan adalah pemberdayaan masyarakat untuk berperan aktif dalam PSN dan diharapkan saat musim hujan angka DBD tidak tinggi karena sudah diatasi sebelum musim hujan tiba," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
