Stok darah di PMI DIY surplus

id Darah

Stok darah di PMI DIY surplus

Petugas Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) sedang menata kantong darah hasil donor darah di dalam kotak pendingin. (ANTARA FOTO/Rahmad/aww/17)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta pada November ini mengalami surplus stok darah sehingga mampu memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit di lima kabupaten/kota.
     
"Permintaan kantong darah seluruhnya bisa terpenuhi, bahkan masih bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun," kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Warjiyani di Yogyakarta, Minggu.
         
Warjiyani menyebutkan kebutuhan darah bulanan yang telah dipenuhi PMI DIY total mencapai 6.050 kantong darah, dengan perincian Kota Yogyakarta sebanyak 3.400 kantong darah, Kabupaten Sleman 1.000, Kabupaten Bantul 750, Kabupaten Kulon Progo 400, dan Kabupaten Gunung Kidul 500 kantong darah.
         
Sementara persediaan kantong darah yang masih tersisa hingga 2 November mencapai 3.285 kantong darah. Stok tersebut masih ditambah dengan tingginya jumlah pendaftar calon pendonor yang telah melebihi jadwal donor darah hingga akhir tahun. 
         
"Sehingga nanti kami juga akan mengubah target donor darah dengan menyesuaikan rata-rata kebutuhan masyarakat," kata dia.
         
Menurut dia, tingginya persediaan kantong darah tersebut disebabkan kesadaran donor darah masyarakat di DIY yang meningkat terutama yang ada di instansi pemerintahan, lembaga, masyarakat, perguruan tinggi, hingga lembaga-lembaga kepemudaan.
           
Meningkatnya minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya, kata dia, tidak terlepas dari sosialisasi serta beragam program-program menarik yang digelar dalam setiap kegiatan donor darah.
           
Beragam program-program menarik dari PMI, di antaranya undian 10 sepeda sejak awal tahun dan akan diundi akhir tahun bagi pendonor di Bantul. Di Gunung Kidul ada variasi menu donor setiap 2 bulan disertai pemberian souvenir bagi setiap pendonor.
         
"Di Kulon Progo juga demikian, selama Oktober kemarin ada program dari pemerintah yakni Gerakan Sayang Ibu, dengan mewajibkan setiap kecamatan menyediakan stok darah, paling tidak ada daftar pendonor yang siap untuk berdonor darah dan dilombakan," kata Warjiyani.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar