Petani Gunung Kidul mulai menanam benih padi

id tanam padi

Petani sedang menanam padi (Foto Antara)

Gunung Kidul (Antara) - Kalangan petani di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah mulai menanam benih padi dan jagung pada awal musim hujan ini.
     
"Beberapa waktu lalu, petani telah melakukan tabur benih atau ngawu-awu, semoga dengan turunnya hujan ini benih dapat tumbuh dengan baik," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Raharjo Yuwono di Gunung Kidul, Selasa.
     
Dia mengatakan dari pantauan petugas pertanian, ada delapan kecamatan yang diguyur hujan sejak Senin (05/11) malam. Adapun wilayah tersebut, yakni Kecamatan Rongkop, Tanjungsari, Girisubo, Wonosari, Karangmojo, Purwosari, Paliyan dan Semanu.
     
Menurut dia, jika nantinya hujan berhenti beberapa hari, hal itu tidak akan berdampak buruk. Sebab kebanyakan petani saat ini menanam jenis padi segreng yang cukup tahan terhadap kering.
     
"Padi yang nanti telah tumbuh sepertinya tetap akan tahan. Di wilayah Rongkop dan Girisubo itu banyak yang menanam padi jenis segreng. Memang lebih tahan tetapi hasilnya lebih sedikit. Semisal satu hektare ditanami segreng hanya mampu menghasilkan lima ton gabah kering panem. Sedangkan untuk ciherang mampu menghasilkan 8 ton," katanya.
     
Raharjo mengatakan pihaknya sudah melakukan pendistribusian benihejak dua bulan terakhir, dan bantuan benih sudah dipastikan diterima oleh kelompok tani (poktan). Adapun benih yang disalurkan Untuk padi Inbrida 2.500 hektare atau setara 62,5 ton, untuk padi hibrida 4.000 hektare atau setara dengan 60 ton. Untuk total benih padi ada 112,5 ton, kemudian untuk 10.000 hektare jagung hibrida setara 150 ton.
     
"Mengingat bantuan belum mencukupi kebutuhan keseluruhan. Surat edaran juga sudah diberikan kepada poktan, jika ada yang main-main akan kami tindak dengan mencoret dari daftar penerima tahun depan," katanya.
     
Dia mengatakan selain bantuan benih, pihaknya telah mendistribusikan pupuk bersubsidi sejumlah puluhan ribu ton. Urea telah tersalur 6.317 ton atau 52,96 persen dari total kuota urea bersubsidi 11.930 ton se kabupaten Gunung Kidul.
     
Pupuk NPK bersubsidi tersalur  3474,9 ton atau 60,28 persen dari total kuota NPK bersubsidi sejumlah 5.765 ton. Pupuk SP36 bersubsidi tersalur 573,61 ton atau 63 persen dari total kuota 907 ton. Pupuk ZA bersubsidi tersalur 498,3 ton atau 41,22 persen dari total kuota 1209 ton.
     
"Ketersediaan pupuk di Gunung Kidul masih aman. Kami yakin kuota pupuk masih mencukupi kebutuhan musim tanam tahun ini," katanya.
   
Salah seorang petani, Desa Playen, Kecamatan Playen, Suwito mengaku sudah menanam benih padi sejak beberapa pekan lalu. Hal ini sesuai dengan hitungan kelender jawa.
     
"Semoga hujan segera lebat, sehingga tanaman padi bisa tumbuh subur," harapnya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar