Polisi mengimbau pemudik waspada penyempitan jalan proyek "underpass"

id Underpass Kentungan,Polres Sleman,arus mudik,lebaran 2019

Polisi mengimbau pemudik waspada penyempitan jalan proyek "underpass"

Proyek underpass Kentungan di Ringroad Utara Sleman, Yogyakarta. (Foto ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Kepolisian Resor Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau pemudik yang melalui jalan lingkar utara (ring road) untuk mewaspadai adanya penyempitan jalan di kawasan proyek pembangunan underpass Kentungan.

"Pemudik harus waspada di proyek 'underpass' karena jalan menyempit dan hanya dibuka sebagian saja," kata Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama di Sleman, Kamis.

Arus mudik lebaran sudah mulai terlihat memasuki wilayah Sleman, ujarnya, sudah banyak kendaraan dengan nomor polisi luar daerah yang masuk menuju Yogyakarta sehingga terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik, termasuk di ring road.

Guna melancarkan arus kendaraan saat mudik, pelaksana proyek "underpass" Kentungan membuka sebagian proyek yang bisa dilalui kendaraan.

Pembukaan ini untuk memaksimalkan volume jalan sehingga bisa menampung lebih banyak kendaraan di jalur tersebut.

"Saat ini yang dibuka ini adalah zona 1 proyek underpass," kata Faisal. Proyek underpass Kentungan terbagi atas empat zona, dimana pada zona 1 sudah terpasang konstruksi top slab beton yang bisa dilalui oleh kendaraan.

Dengan dibukanya sebagian  jalan, diharapkan kepadatan arus pada Jumat, Sabtu dan Minggu bisa lebih terurai, ujarnya.

"Karena sudah nampak ada arus mudik dari Jakarta, dan prediksinya seputar hari itu sudah ada kepadatan di wilayah DIY," katanya.

Ia mengatakan, meskipun sudah dibuka, pihaknya tetap mengimbau agar kendaraan besar tidak melintas di underpass Kentungan. Kendaraan besar diarahkan menghindari proyek underpass, baik itu dari arah timur atau barat.

"Kalau dipaksakan kendaraan berat masuk ke ring road utara nantinya dikhawatirkan akan jadi 'crowded'," katanya.

Faisal mengatakan, hal itu disebabkan adanya titik-titik perlambatan arus yang disebabkan adanya penyempitan jalan. Sebab, tidak semua proyek underpass di sisi barat dibuka seluruhnya. Sehingga arus lalu lintas dari arah timur menuju barat tetap akan sedikit tersendat.

"Jalur yang dibuka hanya sepanjang 88 meter saja. Selebihnya, digunakan untuk menyimpan alat-alat berat yang digunakan untuk pengerjaan proyek underpass," katanya.

Sementara itu, arus lalu lintas dari barat menuju timur juga mengalami sedikit kendala. Masih ada kendaraan yang kebingungan mengambil lajur jalan.

 Oleh karenanya, ketika ada kendaraan yang akan berbelok ke arah kanan atau arah UGM ketika salah mengambil lajur maka dimungkinkan akan memotong lajur kendaraan lain sehingga jika ada kendaraan yang melaju kencang bisa saja bersenggolan dan mengakibatkan kecelakaan, ujarnya.

"Saat uji coba untuk sepeda motor masih belum terbiasa. Sehingga nanti akan diberi tambahan rambu untuk yang ke kiri ke arah Kaliurang dan kanan untuk lurus dan ke UGM," katanya.

Ia mengatakan, di lokasi tersebut penerangan jalan dirasa juga masih belum memadai. Sehingga dia meminta kepada pelaksana proyek untuk memperhatikan kondisi tersebut agar meminimalisir kecelakaan.

"Kalau bisa hari ini untuk rambu sudah terpasang agar masyarakat tidak terkecoh, termasuk juga dengan penerangan jalan," katanya.

Baca juga: Dishub: Kendaraan angkutan barang dilarang melintasi jalan nasional
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar