UAD melepas 37 mahasiswa program kredit transfer dalam dan luar negeri

id uad,mahasiswa

UAD melepas 37 mahasiswa program kredit transfer dalam dan luar negeri

Pelepasan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta untuk mengikuti program kredit transfer ke perguruan tinggi mitra UAD baik di dalam maupun luar negeri secara daring (HO-Humas UAD)

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Dr Muchlas MT secara resmi melepas sebanyak 37 mahasiswa untuk mengikuti program kredit transfer ke perguruan tinggi mitra UAD baik di dalam maupun luar negeri melalui acara pelepasan yang diselenggarakan secara daring pada Kamis.

"Dua program transfer kredit dalam dan luar negeri ini mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," kata Muchlas.

Menurut dia, UAD telah beberapa kali mendapatkan hibah International Credit Transfer (ICT) dan hibah Permata Sakti (Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi) meskipun khusus untuk Permata Sakti baru kali ini pengelolaannya ditangani langsung di level universitas.

Sementara itu, dalam program transfer kredit di luar negeri, UAD sudah berpengalaman sebagai penerima hibah sejak 2009 melalui beberapa skema (Asian International Mobility for Students/AIMS, kredit transfer internasional, dan joint degree). Pada 2020 ini dikarenakan pandemi, semua skema ini dijadikan satu menjadi International Credit Transfer dengan metode daring. 

"Program Permata Sakti dan International Credit Transfer adalah program dari Kemendikbud untuk mengimplementasikan Kebijakan Merdeka Belajar Program Kampus Merdeka yang dicetuskan oleh Mendikbud Nadiem Makarim," katanya.

Melalui program ini mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi mitra di dalam dan luar negeri model pembelajaran secara daring. Dua program ini berlangsung selama satu semester pada semester ganjil TA 2020/2021.
 
Untuk ICT, tahun ini UAD mendapatkan bantuan dana dari Belmawa sejumlah 7 mahasiswa dari 5 prodi (Psikologi Profesi S2 ke University Malaysia Serawak dan University of Philippines Manila, Pendidikan Bahasa Inggris S2 ke University of Saint Anthony Philippines, Sastra Inggris ke UitM Malaysia, Bahasa dan Sastra Arab ke Universiti of Malaya, dan Pendidikan Bahasa Inggris S1 ke UiTM Malaysia).

"Total bantuan dana untuk 7 mahasiswa sebesar Rp91 juta dengan skema biaya internet, buku, akses jurnal, pendukung kesehatan, biaya program, dan biaya manajemen universitas. Beberapa prodi mengirimkan mahasiswa melebihi kuota yang diberikan oleh Dikti sehingga total mahasiswanya mencapai 11 mahasiswa," katanya.
 
Untuk Permata Sakti, UAD mendapatkan kuota sejumlah 26 mahasiswa untuk mengambil kredit ke 26 PTS mitra di dalam negeri di antaranya Universitas Bandar Lampung, STIE Jakarta, UM Jakarta, UM Palangkaraya, UM Pringsewu, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Institut Transportasi dan Logististik Trisakti, Universitas Trisakti, Universitas Teknokrat Indonesia, IKIP Siliwangi, Universitas Bina Insani dan Universitas Kuningan. 

UAD juga menerima 47 mahasiswa untuk mengambil beberapa mata kuliah yang ditawarkan di Prodi Biologi, Bimbingan Konseling, Ilmu Hukum, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Sastra Indonesia.

"Ada 12 PTS mitra yang mengirimkan mahasiswanya ke UAD di antaranya UM Kendari, Universitas Almuslim Aceh, Universitas Trisakti, UM Palangkaraya, IKIP Siliwangi, Universitas Bandar Lampung, Universitas Kuningan, Universitas Bosowa, Universitas Langlangbuana, UM Sindereng Rappang, UKI Paulus Makassar, dan Institut Pendidikan Indonesia," kata Muchlas.
 
Ida Puspita MA. Res. selaku ketua Tim ICT dan Permata Sakti sekaligus Kepala Bidang Kerjasama Luar Negeri UAD mengatakan UAD sangat bersyukur masih terus mendapatkan kepercayaan dari Kemendikbud untuk menjadi salah satu universitas penerima hibah program transfer kredit baik di dalam maupun luar negeri sejak 2009. 

"Dua program ini dapat menjadi media bagi UAD dalam mengimplementasikan Program Merdeka Belajar dari Kemendikbud dan diharapkan UAD dapat memperkuat jejaring kerja samanya baik nasional maupun internasional sebagai wujud komitmen untuk menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang diakui di level internasional," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar