Pasar SNI Imogiri Bantul dilengkapi tujuh CCTV

id Pasar Imogiri

Pasar SNI Imogiri Bantul dilengkapi tujuh CCTV

Pasar Imogiri, satu-satunya pasar tradisional yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pasar Imogiri, sebagai satu-satunya pasar yang memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah dilengkapi dengan tujuh closed circuit television atau CCTV, sebuah sistem pengawasan berbasis video.

"Di Pasar Imogiri ternyata sudah dipasang CCTV sebanyak tujuh titik," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanto saat dikonfirmasi di Bantul, Senin.

Pihaknya tidak menyebut lokasi pemasangan CCTV di pasar rakyat besar di Bantul itu, namun perangkat yang menggunakan sinyal yang bersifat tertutup itu sebagai bagian dari komponen pasar tradisional dalam memenuhi standar pasar ber-SNI.

Dia mengatakan, satu-satunya pasar ber SNI di Bantul baru Pasar Imogiri, bahkan satu-satunya di DIY. Pasar Imogiri mendapat sertifikat dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) pada tahun 2017 dan akan diaudit setelah tiga tahun berjalan yaitu tahun 2020.

"Ada kurang lebih 40 komponen yang diaudit antara lain ketersediaan toilet, alat apar (alat pemadam kebakaran), sarana kebersihan, ruang laktasi, ruang ibadah, penataan los, hidran, drainase, kantor pengelola, parkir, jejalur angkut barang dan sebagainya," katanya.

Dia menjelaskan, SNI merupakan upaya bagaimana mengubah imej pasar yang tadinya kurang diminati pedagang dan pembeli menjadi lebih baik.

"Jadi yang utama adalah bagaimana menjaga pasar agar bersih, sehat dan aman. Aman terutama dari bahan berbahaya seperti borax dan zat pewarna makanan," katanya.

Selain itu, kata dia, juga menilai profesionalitas pengelola pasar dan sampai sejauh mana peran asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia (APPSI) dalam ikut memberdayakan para pedagang agar seluruh pedagang merasa memiliki pasar.

"Standarisasi di Pasar Imogiri sejalan dengan revitalisasi pasar dari Kemendag, dimana bukan sekadar membangun secara fisik semata, tetapi bagaimana menciptakan pasar berkualitas atau bermutu dalam pelayanan kepada pembeli atau masyarakat umum," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar