Bupati Bantul: Kebudayaan juga bagian potensi masa depan ekonomi

id Talk show

Bupati Bantul: Kebudayaan juga bagian potensi masa depan ekonomi

Penyerahan bantuan kepada Desa Budaya Sabdodadi Bantul di sela talk show Update Forum tema Ekonomi Kreatif, Indonesia Tumbuh di Kampung Mataraman Kabupaten Bantul, DIY. Minggu (12/9/2021) (Foto ANTARA/HO/Humas Pemkab Bantul)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa kebudayaan bukan hanya sekedar masa lalu, tetapi jika digali dan dikelola dengan baik bisa juga berpotensi mengangkat masa depan perekonomian kabupaten ini.

"Eksistensi desa budaya harus terus kita uri-uri, kita lestarikan dan kembangkan agar desa budaya mampu bertahan di era modernisasi yang semakin mendesak tradisi," kata Bupati saat menjadi narasumber talk show yang diprakarsai Viral Blast Global itu di Kampung Mataraman, Bantul, Minggu.

Oleh karena itu, Pemkab Bantul memberikan apresiasi terhadap Viral Blast Global atas kepedulian dan bantuan yang diberikan untuk Bantul khususnya kepada Desa budaya Sabdodadi, yaitu dana tanggung jawab sosial perusahaan sebesar Rp100 juta guna pelestarian budaya desa itu.

"Karena itu masyarakat Bantul berdoa semoga Viral Blast Global akan semakin berkembang, semakin mengedukasi dan semakin banyak memberi manfaat bagi masyarakat, sebagai platform edukasi manajemen keuangan," katanya.

Apa yang dilakukan Viral Blast Global tidak hanya mendukung kegiatan yang bersifat finasial saja, namun juga komitmen kepada tradisi dan budaya bangsa yang luhur serta pengembangan ekonomi kerakyatan yang salah satunya adalah industri kreatif.

Bupati mengatakan, di Kabupaten Bantul urutan-urutan produk domestik regional bruto (PDRB) yang berkontribusi untuk kabupaten ini, yang pertama adalah sektor industri termasuk di dalamnya industri kreatif, kedua pertanian, dan yang ketiga industri pariwisata.

"Tiga besar ini yang menjadi prioritas pembangunan kami, dan pada tahun 2017 Kabupaten Bantul oleh Badan Ekonomi Kreatif Nasional telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif kriya terkuat di Indonesia," kata Bupati.

Berbagai produk ekonomi kreatif dapat ditemukan di tiap kecamatan di Bantul, di antaranya kerajinan gerabah dan keramik di Kasongan, kerajinan kulit di Manding Desa Sabdodadi, dan kerajinan batik di Giriloyo Wukirsari Imogiri serta masih banyak sentra kerajinan lain.

"Ini juga dibuktikan bahwa 70 persen ekspor kerajinan Daerah Istimewa Yogyakarta berasal dari Kabupaten Bantul, dapat dilihat bahwa di Malioboro Yogyakarta itu 70 persen produk yang dijajakan dari Bantul," katanya.

Bantul dengan keindahan alam dan budayanya, oleh Pemerintah Kabupaten akan terus diperkuat dengan jargon keserasian, keharmonisan antara alam dan budayanya, sesuai sembilan Bantul nature and culture.

"Bantul memiliki sekitar 257 destinasi wisata berbasis budaya, alam dan buatan, 43 desa wisata, 10 desa budaya, sembilan rintisan desa budaya, 16 museum, 1.200 kelompok seni budaya, 75 sentra UKM, dan masih banyak lagi potensi-potensi lain yang menjadi produk andalan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021