Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Yogyakarta yang mencapai Rp1 triliun pada 2025.
"Kinerja Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini berjalan selaras dengan garis instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menekankan pentingnya langkah rekonsolidasi fiskal di tingkat daerah guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global," kata Hasto di Balai Kota Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, menyikapi dinamika geopolitik pasca-serangan di Timur Tengah beberapa waktu lalu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati langsung mengeluarkan instruksi khusus. Kader di daerah diminta kreatif mengelola anggaran agar tetap tangguh di tengah kebijakan pemotongan transfer dana pusat ke daerah yang berdampak serius bagi banyak wilayah.
Hasto Kristiyanto berkunjung ke Balai Kota Yogyakarya didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto dan disambut Wali Kota Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.
Dalam kesempatan itu, Hasto Kristiyanto memberikan apresiasi atas capaian pembangunan satu tahun kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan di Kota Yogyakarta.
Selain penanganan stunting, bedah rumah, normalisasi sungai, prestasi peningkatan PAD menembus angka Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun untuk pertama kalinya dinilai sebagai bukti keberhasilan kepemimpinan kader PDI Perjuangan yang inovatif dan berpihak pada rakyat.
"Program bedah rumah dan proyek infrastruktur padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal secara masif, hingga mendorong transformasi rakyat kecil menjadi kekuatan produktif yang mandiri sesuai prinsip berdikari. Capaian di Yogyakarta ini mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah lewat cara-cara kreatif yang tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan kesejahteraan warga," kata Hasto Kristiyanto.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyebut, pihaknya turut memperjuangkan alokasi anggaran Rp120 juta per kelurahan/kalurahan di seluruh DIY pada 2026.
Eko Suwanto yang juga merupakan Ketua Komisi A DPRD DIY tersebut mengatakan khusus di Kota Yogyakarta, anggaran difokuskan untuk percepatan penanganan masalah stunting.
"Anggaran Rp120 juta per kelurahan di seluruh DIY ini merupakan komitmen dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY untuk menangani permasalahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, total ada anggaran Rp5,4 miliar yang dialokasikan untuk mempercepat penyelesaian masalah stunting di Kota Yogyakarta.
Eko Suwanto menyebutkan, sasaran penerima manfaat merupakan balita dan ibu hamil, melalui bantuan tambahan gizi agar potensi stunting bisa ditekan semaksimal mungkin.
"Pada prinsipnya PDI Perjuangan punya komitmen yang kuat untuk melahirkan keluarga yang bahagia. Keluarga yang bahagia itu adalah keluarga yang anak, istri, suami, bapak dan seterusnya itu sehat walafiat, kemudian hidup dalam lingkungan yang baik," katanya.
