Puskesmas Sanden-BIN gelar vaksinasi booster keliling pedukuhan

id Vaksinasi BIN,Puskesmas Sanden ,Percepatan vaksinasi booster

Puskesmas Sanden-BIN gelar vaksinasi booster keliling pedukuhan

Para perawat melayani masyaralat untuk melakukan vaksin di Puskesmas Sanden, Kamis (22/9/2022) ANTARA/HO-dokumentasi BIN DIY

Bantul (ANTARA) - Puskesmas Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkolaborasi dengan Badan Intelijen Negara Daerah DIY, melakukan vaksinasi COVID-19 dosis penguat bagi masyarakat dengan keliling ke dusun-dusun wilayah kecamatan itu.

Kepala Puskesmas Sanden, Suyatmi saat dihubungi di Bantul, Kamis, mengatakan di Puskesmas Sanden rutin membuka layanan vaksinasi COVID-19 tiap Selasa dan Kamis, namun karena masih ada warga yang kesulitan akses ke Puskesmas, maka dilayani dengan didatangi petugas.

"Kalau vaksinasi hari ini karena kita kerja sama dengan BIN, terus saya kombinasikan, karena kalau hanya di Puskesmas saja sedikit yang akses, kami sambil datangi, saya bagi tiga tim untuk berkeliling ke dusun-dusun," katanya.

Baca juga: Cakupan vaksinasi penguat di Gunungkidul capai 40 persen

Dia mengatakan, sasaran vaksinasi COVID-19 dosis tiga tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kalangan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan penyandang disabilitas, kemudian warga usia lanjut atau lansia dengan mendatangi rumah ke rumah.

"Tetapi seandainya di depan rumah lansia itu ada anak muda yang ikut vaksin kita tetap siap, jadi tim bawa vaksin dalam jumlah yang cukup untuk keliling itu, bahkan kalau kurang, vaksinnya kita antar lagi," katanya.

Dia mengatakan, sebab dengan begitu percepatan vaksinasi COVID-19 dosis penguat bisa lebih cepat, dikarenakan untuk kecepatan vaksinasi booster masih jauh dengan ketika vaksinasi primer atau dosis satu dan dua.

"Kita siap buka lagi, tidak apa-apa, karena kalau ada sasaran sebetulnya kami senang sekali untuk vaksin, karena kalau vaksin booster ini sasarannya yang agak susah itu, kalau vaksin kita sedia melimpah, stok mencukupi," katanya.

Dia mengatakan, bersama pemerintah desa juga terus melakukan pendataan masyarakat di dusun-dusun yang belum tervaksin dosis penguat, untuk kemudian dijadikan di satu tempat agar lebih mudah didatangi petugas vaksinasi puskesmas.

"Jadi yang efektif memang harus vaksinasi ke dusun-dusun, hanya saat ini untuk dusun kami masih mendata sasaran-sasaran yang belum tervaksin yang kira-kira bisa kita jadikan satu di dusun mana, terus kita ke sana," katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan data cakupan vaksinasi COVID-19 di Sanden per 31 Agustus untuk dosis satu sebanyak 95,94 persen, kemudian dosis dua sebanyak 90,07 persen. Sedangkan dosis tiga baru tercapai 23,28 persen.

"Kesulitan di dosis tiga itu karena pendataannya kita hanya yang vaksin di Sanden, yang vaksin di luar tidak masuk data, kita tidak bisa memastikan 'by name', 'by NIK'nya, jadi tidak berani memasukkan di data, yang ini hanya vaksinasi di Sanden," katanya.

Sementara itu, Koordinator BIN DIY wilayah Bantul, Nugroho mengatakan akan terus berkolaborasi dengan jajaran Pemkab Bantul untuk meningkatkan cakupan vaksinasi utamanya booster, apalagi saat ini banyak masyarakat yang abai, karena mengira pandemi telah selesai.

"Sekarang ini banyak masyarakat sudah mengabaikan, mungkin dikira wabah sudah selesai. Padahal booster ini sangat penting, untuk meningkatkan kekebalan tubuh," katanya.

Pihaknya menargetkan, setiap hari dapat melakukan vaksinasi dosis penguat dengan sasaran antara 400-500 orang. Sehingga kegiatan kolaborasi dengan puskesmas akan terus ditingkatkan, hingga capaian vaksinasi di Bantul menyentuh angka 60 persen.

Baca juga: Binda DIY dekatkan layanan vaksinasi penguat di masyarakat Kelurahan Krembangan

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2022