
Jokowi tinjau Gedung Bersejarah A.A Maramis

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau Gedung Bersejarah A.A Maramis di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu, setelah membuka Rapat Kerja Nasional Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato saat menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi mengatakan Gedung A.A Maramis baru saja selesai direnovasi.
“Bapak Presiden, gedung ini baru selesai direnovasi oleh Bu Menteri Keuangan dan gedung yang dibangun tahun 1809 dan (selesai) 1828 ini pindah ibu kota dari Kota Tua ke Weltevreden,” kata Airlangga.
Seperti dikutip dari keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden bahwa Gedung A. A. Maramis mulai dibangun pada Maret 1809 dan selesai tahun 1828. Gedung ini awalnya merupakan istana bagi Gubernur Hindia Belanda Herman Willem Daendels.
Saat itu Daendels memindahkan pusat pemerintahan dari Oud Batavia di muara Sungai Ciliwung ke wilayah pusat ibu kota baru, yakni Niew Batavia di Weltevreden.
Konsep tata ruang Weltevreden menggunakan pola konsentrik, yakni pusat kawasan dikelilingi kawasan penunjang yang terdiri atas Lapangan Banteng, Gedung Kementerian Keuangan, Hooggerechshof (Gedung Jusuf Anwar), Citadel Prince Frederick (sekarang Masjid Istiqlal), Great Palace of Weltevreden (sekarang RSPAD), Gedung Kimia Farma, Gereja Katedral, dan Gedung Kesenian Jakarta.
Pada 1836, Department van Financien dibentuk dan bertempat di Istana Daendels. Gedung Department van Financien digunakan untuk aktivitas keuangan sehari-hari dan diserahkan kepada Kementerian Keuangan pada 1950.
Untuk menghargai jasa A. A. Maramis, pada 2008 Gedung Department van Financien atau Gedung Daendels ini diberi nama Gedung A. A. Maramis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Jokowi tinjau Gedung Bersejarah A.A Maramis di Kemenkeu
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
