
Suplai energi Rusia dipangkas Uni Eropa

Davos, Swiss (ANTARA) - Uni Eropa (EU) memangkas lebih dari 20 persen permintaan energi dari Rusia selama Agustus-November tahun lalu, kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada Selasa.
Dalam pidatonya di forum tersebut, von der Leyen mengatakan langkah Eropa terhadap perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina adalah contoh terbaru tentang bagaimana EU "bersatu pada saat yang paling penting".
"Tidak akan ada impunitas atas kejahatan Rusia ini. Kami akan terlibat selama yang diperlukan dan mendukung rekan-rekan kami di Ukraina," kata dia.
Dia mengatakan bahwa, setahun yang lalu, Eropa memiliki ketergantungan besar pada bahan bakar fosil Rusia.
Ketergantungan yang telah terbangun selama beberapa dekade membuat EU rentan terhadap tekanan pasokan dan kenaikan harga energi dari Rusia, ujarnya.
Tentang upaya EU untuk mengembangkan energi bersih, von der Leyen mengatakan "Undang-Undang Industri Nol Bersih" akan mengidentifikasi tujuan yang jelas untuk teknologi bersih Eropa pada tahun 2030, yang akan sejalan dengan "Undang-Undang Bahan Baku Penting".
EU, katanya ingin mencapai tingkat nol bersih dalam kurang dari tiga dekade.
"Kami harus mencapai nol bersih, tetapi jalan menuju nol bersih berarti mengembangkan dan menggunakan berbagai teknologi bersih baru di seluruh ekonomi kita--dalam transportasi, bangunan, manufaktur, dan energi,” kata dia.
Dia menjelaskan bahwa teknologi bersih sekarang menjadi sektor investasi dengan pertumbuhan tercepat di Eropa, yang nilainya tumbuh hingga dua kali lipat antara tahun 2020 dan 2021.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: EU pangkas 20 persen suplai energi dari Rusia
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
