Logo Header Antaranews Jogja

Masyarakat diminta hindari politik identitas jelang Pemilu 2024

Kamis, 9 Februari 2023 00:47 WIB
Image Print
Logo Pemilu 2024. (ANTARA/dok)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah Syamsul Ma’arif mengajak masyarakat menghindari penggunaan politik identitas untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan kondusif di Indonesia.

“Politik identitas adalah sebuah upaya (politik) yang sering menggunakan kendaraan tertentu seperti etnis, agama, budaya tertentu, dan mereka mempolitisasi dengan begitu masif, biasanya untuk tujuan pragmatis," kata Syamsul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia menilai para pelaku praktik politik identitas biasanya melakukan aksinya tanpa memproyeksikan sebuah gagasan besar untuk membangun iklim demokrasi yang sehat.

Menurut dia, para oknum tersebut hanya berpikir bagaimana cara menang dan mampu memberikan tekanan pada lawan politiknya sehingga akhirnya sebuah polarisasi yang tajam karena para pelakunya menggunakan praktik politik yang kurang elegan dan kurang demokratis.

Syamsul mengatakan efek samping politik identitas yang muncul, berkembang dan disebarkan secara terus-menerus akan menimbulkan polarisasi sehingga berujung pada upaya untuk menggoyang pemerintah yang sah.

Hal itu, menurut dia, dilakukan dengan cara mengintimidasi atau bahkan melakukan kekerasan berupa pemikiran, tindakan ataupun tindakan yang akan merusak sebuah iklim demokrasi, persatuan, dan kesatuan.

"Memang metode kampanye dengan memanfaatkan politik identitas bagi sebagian orang merupakan cara yang menarik. Agama jadi ditarik pada kepentingan sesaat. Ini akan menjadi sesuatu yang akan mudah untuk membakar emosi masyarakat," katanya.

Dia mengutip pernyataan K.H. Hasyim Asyari, yaitu “hubbul wathon minal iman" yang memiliki arti bahwa cinta Tanah Air atau nasionalisme adalah bagian dari iman.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: FKPT Jateng ajak masyarakat hindari politik identitas



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026