Jakarta (ANTARA) -
"Ada konflik sini sana, konflik mulai dari tokoh Semedi yang dianggap sebagai dukun santet terus dipenggal," ujar Arswendy.
Film "Khanzab" menceritakan Rahayu yang ayahnya menjadi salah satu korban pembantaian dukun santet pada tahun 1998 oleh para ninja. Pada suatu hari, Rahayu menyaksikan ayahnya dipenggal.
Bersama ibu tiri dan adiknya, Rahayu kembali ke rumah masa kecilnya di Jetis. Namun, keluarga Rahayu dikucilkan karena dianggap keluarga dukun santet.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Arswendy Beningswara dan Tika Bravani adu akting di film "Khanzab"
