Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Jadi ke-271 provinsi ini di Amfiteater Teras Malioboro Beskalan, Yogyakarta.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam peluncuran logo HUT di Yogyakarta, Jumat, mengatakan, peringatan HUT ke-271 DIY menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang DIY sebagai daerah yang bertumpu pada nilai nilai keistimewaan, budaya dan pengabdian kepada bangsa.
"Desain logo yang kita luncurkan hari ini merupakan hasil dari sayembara yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Sayembara ini menjadi wujud nyata keterlibatan publik dalam Mangayubagyo HUT ke-271 DIY," katanya.
Wagub DIY mengatakan, sayembara desain logo HUT adalah bukti bahwa semangat membangun Yogyakarta tidak hanya tumbuh di ruang ruang pemerintahan, tetapi juga hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Menurut dia, logo yang terpilih sebagai pemenang telah mencakup aspek dan nilai filosofis yang menjadi ruh peringatan ulang tahun ke-271 DIY.
"Saya berharap logo ini mampu menjadi cerminan proyeksi gerak bersama dalam membangun kehidupan masyarakat Yogyakarta yang maju berkarakter berkelanjutan selaras dengan tema "Mulat Sariro Jumangkah Jantraning Laku"," katanya.
Oleh karena itu, Wagub DIY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-271 DIY sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat kolaborasi dan meneguhkan semangat gotong royong.
"Mari kita jadikan tema Mulat Sariro Jumangkah Jantraning Laku ini sebagai pedoman dalam setiap karya dan pengabdian kita bagi Yogyakarta tercinta," katanya.
Logo Hari Jadi Ke-271 DIY yang terpilih tersebut didesain oleh Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma berfilosofi dari tanaman padi yang digambarkan membentuk angka peringatan Hari Jadi DIY Tahun 2026, yaitu 271.
Angka 2 terwujud dalam bentuk dua daun yang masing-masing menyiratkan nilai kehidupan. Daun yang melengkung ke bawah bermakna untuk selalu kembali pada jati diri, mengingat dari mana berasal, dan untuk apa hidup. Sementara itu, daun kedua yang mengayun ke samping bermakna bahwa dalam hidup kita harus memiliki empati dan kepedulian terhadap sekitar.
Angka 7 terwujud dalam bentuk padi yang telah menguning sebagai hasil dari proses panjang kehidupan untuk memberikan panen yang subur di kemudian hari. Hal ini menggambarkan bahwa tujuan hidup adalah meraih kesuksesan sekaligus kebaikan yang dapat memberikan manfaat terbaik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Angka 1 terwujud sebagai benih padi yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dalam falsafah Jawa, yang mana lahir dari benih, hidup dengan membawa tujuan mulia sesuai jati dirinya, tumbuh untuk mengamalkan kebaikan, dan pada akhirnya menghasilkan benih-benih kebaikan yang baru.

