Bantul, DIY (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan teguran terhadap sebanyak 2.560 pengendera karena melakukan pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan Operasi Keselamatan Progo yang digelar di wilayah itu dari 2 sampai 15 Februari 2026.
"Selama Operasi Keselamatan Progo tercatat ada 2.560 pelanggaran lalu lintas. Namun, tidak dilakukan penindakan hukum, melainkan seluruh pelanggar diberikan sanksi berupa teguran," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin.
Menurut dia, dari data yang dihimpun, mayoritas pelanggaran lalu lintas selama operasi keselamatan tersebut masih didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua, dan sebagian pengendara roda empat.
Jenis pelanggaran yang sering ditemui petugas seperti ketidaklengkapan komponen kendaraan, pengendara tidak menggunakan helm standar (SNI), aksi melawan arus yang membahayakan, dan pengendara di bawah umur.
"Meski fokus pada edukasi, namun angka kecelakaan selama periode operasi tersebut masih menjadi perhatian. Tercatat sebanyak 68 kejadian kecelakaan lalu lintas di Bantul selama operasi," katanya.
Iptu Rita mengatakan Operasi Keselamatan Progo 2026 bukan sekadar ajang penindakan, melainkan instrumen edukasi bagi masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, upaya preemtif juga dilakukan secara masif melalui penyuluhan langsung berupa sosialisasi di titik-titik strategis seperti lampu merah dan pusat keramaian.
"Termasuk kegiatan kampanye visual melalui pembagian brosur, stiker, leaflet hingga pemasangan pamflet berisi imbauan agar pengendera tertib berlalu lintas," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Operasi Keselamatan 2026 guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di jalan raya tersebut juga merupakan bagian dari upaya cipta kondisi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dengan tema mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), operasi keselamatan menjadi fondasi sebelum dilaksanakannya Operasi Ketupat 2026.
"Harapannya, aktivitas ibadah dan arus mudik Idul Fitri nantinya dapat berjalan aman, nyaman, dan selamat tanpa kendala berarti di jalan raya," katanya.
