Kekerasan seksual dan pembunuhan marak di Sudan

id Konflik Sudan, Tentara Sudan vs RSF,Darfur,Tentara Sudan RSF

Kekerasan seksual dan pembunuhan marak di Sudan

Asap mengepul di udara dari sebuah gedung yang terbakar akibat bentrok antara angkatan bersenjata pemerintah Sudan dengan kelompok paramiliter RSF di Khartoum, Sudan. (Xinhua)

New York (ANTARA) - Amerika Serikat pada Kamis mengutuk pelanggaran hak asasi manusia, penyiksaan dan kekerasan mengerikan yang tengah terjadi di Sudan dan dilakukan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan milisi-milisi sekutunya.

Selain itu ada laporan kekerasan seksual dan pembunuhan karena etnis yang dilakukan RSF.

"Kekejian yang terjadi hari ini di Darfur Barat dan wilayah-wilayah lain itu mengingatkan kejadian mengerikan yang membuat AS pada 2004 menyimpulkan telah terjadi genosida di Darfur," kata Kementerian Luar Negeri AS.

"Kami secara khusus mengutuk pembunuhan Gubernur Darfur Barat Khamis Abbakar pada 14 Juni setelah dia menuduh RSF dan kekuatan-kekuatan lain melakukan genosida."

Negara Afrika yang diamuk konflik itu kembali dilanda kekerasan selama berpekan-pekan antara tentara Sudan dengan milisi RSF dua bulan setelah konflik pecah.

Di wilayah Geneina saja sudah hampir 1.100 warga sipil tewas, kata kelompok-kelompok setempat.

PBB mengungkapkan sekitar 273 ribu orang mengungsi meninggalkan Darfur Barat.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS kutuk RSF karena pelanggaran HAM, kekerasan seksual dan pembunuhan

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2025