Logo Header Antaranews Jogja

Turun, kurs dolar AS

Kamis, 21 September 2023 06:27 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj/aa. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

New York (ANTARA) - Turun, kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level tertinggi dalam dua dekade.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,03 persen menjadi 105,1252 pada akhir perdagangan.

Seperti yang diantisipasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya pada Rabu (20/9/2023) di antara 5,25 persen dan 5,5 persen, yang tertinggi dalam 22 tahun.

“Dalam menentukan sejauh mana penguatan kebijakan tambahan yang mungkin tepat untuk mengembalikan inflasi menjadi 2,0 persen dari waktu ke waktu, Komite akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter secara kumulatif, dampak kebijakan moneter terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi, serta perkembangan ekonomi dan keuangan," kata The Fed dalam sebuah pernyataan.

Menurut Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers Rabu (20/9/2023) sore, "Pertumbuhan PDB riil berada di atas ekspektasi. Belanja konsumen tetap kuat. Penawaran dan permintaan tenaga kerja terus mencapai keseimbangan yang lebih baik."

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar AS sedikit melemah karena Fed biarkan suku bunga tidak berubah



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026