
1.000 warga China tinggalkan Israel

Beijing (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Jumat menyebutkan bahwa sedikitnya 1.000 warga negara tersebut telah meninggalkan Israel setelah konflik terbaru antara Israel dan Palestina pecah.
"Berdasarkan angka yang kami miliki saat ini, sejak konflik pecah, lebih dari 1.000 warga sudah meninggalkan Israel untuk kembali ke China atau pergi ke negara ketiga," kata Mao Ning kepada pers di Beijing, China.
Konflik terbaru di Timur Tengah dipicu pertempuran antara Israel dan Hamas yang mulai berlangsung pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok militer Palestina itu menembakkan roket dan menyusup ke Israel melalui darat, laut, dan udara.
"Setelah konflik Palestina-Israel pecah pada 7 Oktober, lebih dari 280 warga China terdampar di Sderot di Israel selatan dan menghadapi risiko keamanan yang tinggi," ungkap Mao.
"Kementerian Luar Negeri mengarahkan Kedutaan Besar China di Israel untuk bertindak cepat mengatur relokasi dan evakuasi mereka," katanya, menambahkan.
Dengan berbagai upaya di Israel maupun di dalam negeri China sendiri, semua warga negara China yang terdampar telah meninggalkan Sderot.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jubir: 1.000 warga China tinggalkan Israel di akibat konflik
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
