Warga sipil Gaza dalam "malapetaka ekstrem", papar PBB

id Warga Gaza dalam malapetaka ekstrem, serangan israel ke gaza, PBB,Gaza,IASC

Warga sipil Gaza dalam "malapetaka ekstrem", papar PBB

Warga Palestina memeriksa kerusakan gedung apartemen milik keluarga Tubasi dan Al-Sofi pasca serangan Israel ketika bangunan itu menjadi sasaran serangan dan bangunan di sekitarnya rusak di Rafah, Gaza, Minggu (11/2/2024). (ANTARA/Anadolu/am)

Washington (ANTARA) - Para pemimpin sejumlah lembaga di PBB dan organisasi kemanusiaan mendesak Israel untuk menyediakan makanan dan pasokan medis ke Jalur Gaza, Rabu (21/2) malam.

Mereka memperingatkan bahwa warga sipil di sana berada dalam “malapetaka ekstrem.”

“Kami menyerukan agar Israel untuk memenuhi kewajiban hukumnya, berdasarkan hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional, untuk menyediakan makanan dan pasokan medis serta memfasilitasi operasi bantuan, dan kepada para pemimpin dunia untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih buruk lagi,” kata pernyataan forum koordinasi kemanusiaan tingkat tertinggi dalam sistem PBB, Inter-Agency Standing Committee (IASC).

Menurut keterangan mereka, sistem kesehatan terus terdegradasi secara sistematis seiring konsekuensi bencana.

Selain itu mereka menambahkan bahwa pada 19 Februari, hanya 12 dari 36 rumah sakit dengan kapasitas rawat inap yang berfungsi sebagian.

"Penyakit merajalela. Kelaparan mengancam. Air semakin menipis. Infrastruktur dasar hancur. Produksi pangan terhenti. Rumah sakit berubah menjadi medan perang. Satu juta anak menghadapi trauma setiap hari," tambahnya.

Komite tersebut memperingatkan terhadap peningkatan kekerasan lebih lanjut di Rafah, yang merupakan rumah bagi lebih dari  sejuta penduduk yang mencari perlindungan dari perang Israel di wilayah tersebut, dengan mengatakan hal ini tersebut dapat memberikan pukulan mematikan terhadap respons kemanusiaan yang sudah tidak berdaya.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pimpinan badan PBB sebut warga sipil Gaza dalam "malapetaka ekstrem"
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024