BPBD DIY siapkan uji geolistrik amblesan tanah di Gunungkidul

id tanah amblas,gunungkidul,uji geolistrik,tanah gunungkidul,diy,yogyakarta,bpbd diy

BPBD DIY siapkan uji geolistrik amblesan tanah di Gunungkidul

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata. ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan uji geolistrik untuk menindaklanjuti temuan amblesan tanah di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyebut amblesan yang ditemukan pada Rabu (7/1) telah ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusdalops BPBD DIY.

"Dengan uji geolistrik kan kita bisa memastikan rongganya itu kedalamannya berapa, kemudian lebarnya berapa," ujar Ruruh saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, hasil uji geolistrik nantinya akan menjadi dasar menentukan langkah antisipasi lanjutan terkait amblesan yang terjadi di dalam rumah warga.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait pelaksanaan uji geolistrik tersebut.

"Kalau memang kemudian membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan melakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul," kata dia.

Pelaksanaan uji geolistrik di lokasi amblesan di Panggang, kata Ruruh, direncanakan dalam beberapa minggu ke depan seiring persiapan peralatan dan koordinasi teknis.

Menurut Ruruh, wilayah Gunungkidul memiliki karakteristik aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua yang menjadikan kawasan tersebut rawan amblesan.

Kondisi tersebut membutuhkan teknologi khusus untuk mendeteksi struktur tanah di bawah permukaan.

"Kalau Gunungkidul kan tipikalnya di bawah tanah itu ada aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua. Nah, itu yang kemudian diperlukan teknologi yang tinggi untuk mendeteksi kedalaman dan lebarnya seperti apa," ujarnya.

Ia juga menyebut amblesan tanah di Girikarto bukan kejadian yang berdiri sendiri sebab wilayah tersebut pernah mengalami kejadian serupa.

Oleh karena itu ia mengatakan pemetaan struktur bawah tanah penting untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan.

"Di situ kan memang sebenarnya sudah sering terjadi semacam amblesan. Nah, ini yang kemudian perlu dipastikan dengan teknologi, supaya bisa diketahui tingkat bahayanya," kata Ruruh.

Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.